Gebu Minang Berbagi Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

0

JAKARTA (Suara Karya): Gerakan Ekomomi Budaya Minangkabau (Gebu Minang) memberikan santunan pada anak yatim. Ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya yatim dan dhuafa .

“Dengan kegiatan ini, Gebu Minang lebih dekat dengan masyarakat sekitar dan lingkungan lebih luas, di mana juga diundang anak yatim dan dhuafa dari masjid yang jauh dari lingkungan Sekretariat Gerbu Minang,” kata Sekretaris Pelaksana Peringatan HUT ke 29 Gebu Minang, Jasyanto di Sekretariat Gebu Minang, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (26/12/2018).

Acara santunan yang diwujudkan dengan membekali anak yatim dan dhuafa berupa Al-Qur’an dan uang tunai masing-masing Rp 100 ribu. Acara dibuka oleh Sekjen Gebu Minang H. Zarkasyi Nurdin.

Ikut hadir jajaran pengurus Gebu Minang dan pengurus masjid yang mendampingi anak yatim dan dhuafa.

Diketahui, santunan anak yatim dan dhuafa sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan ini, merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-29 DPP Gebu Minang. Puncak peringatan HUT akan dilaksanakan bersamaan dengan rapat kerja nasional (rakernas) pada 19-20 Januari 2019 di Jakarta.

Wakil Sekretaris Jenderal Gebu Minang menambahkan, anak yatim yang hadiri didampingi pengurus yayasan yang diundang, masing-masing Yayasan Masjid Attaqwa Asem Baris Jaksel, Yayasan Al Makmur Tebet Jaksel, dan Yayasan Mukarrohim Jagakarsa, Tengerang, Banten.

“Harapannya, kegiatan ini dapat menggembiarakan anak yatim dan dhuafa. Berbagi kegembiraan bersama anak yatim dan dhuafa dengan harapan mendapat berkah dari Allah SWT” ujarnya.

Bagi anak yatim maupun dhuafa kata Dasyanto, kedatangan mereka dapat menumbuhkan percaya diri yang tinggi dalam berhadapan pihak lain dan perkembangan zaman.

“Kami mengingatkan agar mereka terus belajar dan beridabah untuk meningkatkan keimanannya. Semoga dari kalangan mereka akan lahir pemimpin-pemimpin yang dapat membawa bangsa ini menjadi besar,” harapnya.

Bagi Gebu Minang, H Jasyanto MM berharap ke depan mengupayakan kapasitasnya lebih besar lagi dengan melibatkan anak yatim dan dhuafa yang lebih banyak dan bantuan juga lebih besar. (Indra DH)