Gebyar Pendidikan di Kabupaten Serang Berlangsung Meriah

0

SERANG (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar Gebyar Pendidikan di alun-alun kota di Kabupaten Serang, Banten, Jumat (15/3/2019). Diujung malam, perhelatan memutar film Indonesia melalui mobil bioskop keliling berjudul “Surau dan Silek”.

“Mari kita cintai film Indonesia, karena kualitas film Indonesia saat ini sudah makin bagus,” kata Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi saat membuka acara itu, didampingi Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah.

Ia juga mengimbau orang tua agar mendukung anaknya yang tertarik dengan dunia perfilman. Dengan demikian, makin banyak anak bangsa yang menguasai film nasional. “Jika tidak, peluang kerja di film akan diisi oleh orang asing. Ini kesempatan bagi anak bangsa untuk terlibat aktif dalam membangun bangsa, melalui film,” katanya menandaskan.

Acara Gebyar Pendidikan dimulai dengan pertunjukan seni bela diri tradisional khas Serang, yaitu silat Kaserangan. Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi beserta jajaran pada kesempatan itu ikut bergabung dengan para silat yang mengajarkan beberapa jurus sederhana.

Kemeriahan Gebyar Pendidikan juga terlihat lewat sejumlah tampilan lagu dan tarian tradisional oleh siswa dari kelompok PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga SMA (sekolah menengah atas). Ribuan warga yang memadati alun-alun tampak antusias saat mendengarkan penjelasan Sekjen Kemdikbud tentang capaian Kemdikbud selama 4 tahun terakhir.

Didik Suhardi menambahkan, Kemdikbud tahun ini akan menggelontorkan dana lebih dari Rp900 miliar untuk pelatihan guru melalui komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Lewat kegiatan itu, diharapkan terjadi peningkatan konpetensi di kalangan guru.

“Tahun ini program pelatihan guru dilakukan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Mereka tak lagi datang ke pusat, tetapi dilakukan di MGMP. Dengan demikian, para guru bisa saling berkomunikasi dan proaktif dalam membahas masalah pendidikan di wilayah masing-masing,” katanya.

Selain itu, para guru juga dapat lebih sering beraktifitas melakukan pelatihan di lokasinya masing-masing, sesuai dengan kebijakan zonasi pendidikan. Upaya itu dapat guna percepatan peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Didik Suhardi memberi apresiasi kepada Bupati Serang yang telah memberi perhatian cukup tinggi kepada para guru, baik itu pegawai negeri maupun guru honorer. “Saya bangga dengan Bupati Serang yang sangat memerhatikan guru-gurunya, baik PNS maupun honorernya,” katanya.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah menyebutkan, ada 971 guru honorer K-2 dengan alokasi anggaran Rp7,795 miliar untuk gaji guru honorer K-2 dan non kependidikan. “Kami juga memberi insentif bagi guru dan tenaga kependidikan non K-2. Anggaran yang disiapkan Rp14,959 miliar untuk lebih dari seribu guru honorer non K-2,” ujarnya.

Kepada para kepala sekolah, guru dan siswa yang hadir pada perhelatan Gebyar Pendidikan itu, Ratu Tatu menyampaikan setiap guru honorer K-2 di Kabupaten Serang mendapat honor Rp750.000 per bulan, sedangkan non K-2 mendapat honor Rp500.000 per bulan. (Tri Wahyuni)