Gelar Wisuda ke-45, Institut STIAMI Tegaskan Komitmen Penerapan GUG

0

JAKARTA (Suara Karya): Dalam gelaran wisuda ke-45, Institut STIAMI menegaskan komitmennya dalam penerapan Good University Governance (GUG) agar lulusannya mampu bersaing baik di tingkat nasional, maupun global.

Hal itu dikemukakan Pelaksana tugas (Plt) Rektor Institut STIAMI, Euis Komalawati usai melantik 1.573 wisudawan di Gedung Balai Samudera Jakarta Utara, Rabu (25/10/23).

Acara tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III DKI Jakarta, Prof Toni Toharudin, yang memberi semangat dan dukungan kepada lulusan Institut STIAMI.

Disebutkan rincian 1.573 lulusan Institut STIAMI yang diwisuda hari ini, yaitu 59 lulusan program vokasi, 1.349 lulusan program sarjana, dan 165 mahasiswa program pascasarjana.

Prestasi para lulusan terbaik dari berbagai program studi tidak dapat diabaikan. Pada program vokasi, lulusan terbaik Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis diraih Aprilianti Wulandari dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,99.

Pada Prodi Perpajakan diraih Dian Rahmawati dengan IPK 3,99; dan Prodi Akuntansi Bisnis diraih Melisa Indah Lestari dengan IPK 3,74.

Pada program sarjana, lulusan terbaik Prodi Administrasi Publik diraih Qotrunnada Hamidah dengan IPK 3,99. Untuk Prodi Administrasi Bisnis diraih Salsya Nuri Hamidah dengan IPK 3,99.

Prodi Hospitaliti dan Pariwisata diwakili oleh Jamil Cholillurohman Pratomo dengan IPK 3,91; dan Prodi Manajemen Komunikasi diraih Raissa Hanum dengan IPK 4,00.

Program Studi Manajemen Logistik juga tak kalah mengesankan. IPK tertinggi diraih Sri Ambarsari yang nilai 3,98.

Kepada lulusan berprestasi, Institut STIAMI memberi beasiswa
untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana di Institut STIAMI sebagai penghargaan atas pencapaian unggul mereka.

Di tingkat pascasarjana, lulusan terbaik dari Prodi Ilmu Administrasi diraih Dedy Setiawan dengan IPK 4,00. Atas prestasinya itu, Dedy diberi kesempatan untuk menjadi dosen di Institut STIAMI.

Pada kesempatan yang sama, Plt Rektor Institut STIAMI melakukan pengukuhan guru besar bidang manajemen kepada Prof Ahmad Hidayat. Pengukuhan tersebut merupakan pengakuan atas keilmuannya, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas akademik.

Hal senada dikemukakan Wakil Ketua Pelaksana Sidang Terbuka Senat (Wisuda), Anita Maulina. “Penyelenggaraan wisuda merupakan penanda proses pembelajaran di lingkungan Institut  STIAMI berjalan dengan baik,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Kaprodi Administrasi Bisnis itu.

Berbagai upaya dilakukan Institut STIAMI untuk memperkuat pengelolaan pendidikan berbasis Good University Governance (GUG), yang mencakup prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan.

“Tantangan kami kedepan adalah implementasi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi,” ujarnya.

Permendikbudristek itu meliputi kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu Pendidikan Tinggi secara berencana dan berkelanjutan melalui penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan Standar Pendidikan Tinggi.

“Semua itu merupakan satuan standar yang meliputi standar nasional pendidikan, ditambah dengan standar penelitian dan standar pengabdian kepada masyarakat,” tuturnya.

Tujuannya, lanjut Anita, menjamin penyelenggaraan pendidikan tinggi yang efektif, inklusif, dan adaptif sesuai dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kehidupan masyarakat.

Dalam bagian akhir sambutannya, Rektor Euis Komalawati berpesan kepada wisudawan untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan diri dengan memegang teguh nilai-nilai kejujuran dan integritas, tegak lurus terhadap ketentuan-ketentuan yang ada.

“Jauhi korupsi, karena perbuatan itu telah dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan di mata masyarakat internasional,” katanya

Korupsi, lanjut Rektor, tidak semata-mata dicap kejahatan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, tetapi lebih dari itu melanggar hak-hak fundamental rakyat.

“Teruslah berkomitmen mengembangkan diri, tidak cepat beepuas diri dengan kemampuan yang sudah dimiliki saat ini,” kata Euis menandaskan.

Ditambahkan, jadilah manusia pembelajar dan memiliki komitmen kuat untuk menjadikan nilai-nilai moral dan etika melalui nilai-nilai ibadah, integritas dan inovasi sebagai karakter yang mewarnai kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. (Tri Wahyuni)