Gerindra: Investasi China ke Indonesia Belum Mampu Kurangi Angka Pengangguran

0
Ketua Fraksi Partai Gerindra, Eddy Prabowo

JAKARTA (Suaya Karya): Ketua Fraksi Partai Gerindra, Eddy Prabowo membantah bahwa pihaknya anti investasi asing. Malah pihaknya berharap banyak investasi mengalir ke Indonesia dalam rangka pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.

Dikatakan, banyak investor masuk ke Indonesia seharusnya memperkuat ekonomi Indonesia. Hanya saja, banyak investor asing, terutama dari China masuk ke Indonesia, ternyata belum mampu membantu terbukanya lapangan kerja untuk rakyat Indonesia. Malah yang terjadi, angka pengangguran semakin tinggi.

Harusnya, bila banyak investor menanamkan modalnya di Indonesia, ini bakal mengurangi angka pengangguran. Karena nyatanya, investor masuk sekalian membawa tenaga kerja, termasuk pekerja kasar yang di dalam negeri jumlahnya sangat banyak.

“Jadi, masuknya investor ke Indonesia tidak mampu mengurangi pengangguran dan malah jumlah pengangguran dalam negeri terus bertambah. Banyaknya investor masuk tetapi tidak dinikmati pekerja dalam negeri. Jadi, ngak ada artinya,” kata Ketua Komisi IV DPR itu, yang didampingi anggota Fraksi Gerindra lainnya, yakni Ramson Siagian, Heri Gunawan dan pimpinan Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu.

Dikatakan Eddy, pembangunan ekonomi yang dicanangkan pemerintahan Jokowi harus mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Artinya, kata dia, pendapatan rakyat bertambah, mengurangi kemiskinan, kesenjangan dan kesempatan kerja serta mampu meningkatkan ketahanan ekonomi nasional.

Wakil rakyat dari Dapil Sumatera Selatan ini menyayangkan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) awalnya berupa uang tunai, diganti bantuan non tunai dan juga jumlah yang menerima pada pemerintahan sekarang dikurangi dari 16 juta jadi 5 juta dari bentuk tunai duit diganti non tunai.

“Kami bukan anti BLT. Fraksi Gerindra malah mendukung agar terus bantuan kepada masyarakat kurang mampu itu dipertahankan. Hanya saja jumlahnya jangan dikurangi dan bantuan jangan dirubah tetap berupa duit tunai,” kata Eddy. (Gan)