Gerindra: Soal Jenderal Kardus Sudah ‘Case Closed’

0
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan, dengan bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019, menunjukkan bahwa kasus ‘Jenderal Kardus’ sebagaimana dilontarkan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief, sudah selesai.

Dengan demikian, kata Habiburokhman, tidak ada lagi gangguan komunikasi secara institusional di antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

“Saya pikir soal ‘Jenderal Kardus’, sudah ‘case closed’ dengan bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi kami. Kan mereka juga bilang walaupun langit runtuh, akan tetap di koalisi kami, ya,” ujarnya, saat menjadi pembicara dalam acara diskusi, di Jakarta, Sabtu (11/8).

Dia mengatakan, ungkapan ‘kardus’ biasa digunakan di kalangan aktivis untuk menunjukkan ketidaksukaan terhadap seseorang. Namun bukan berarti ungkapan itu berarti bersifat antipati.

“Kata kardus itu istilah yang bisa kita gunakan, para aktivis. Jadi kita maki-makian, biasa saja. Kalau kita enggak suka sama siapa, ‘ah dasar kardus kau’, begitu. Itu biasa saja,” katanya.

Apalagi, ketika Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres ke KPU, Jumat (10/8), elite Demokrat ikut mendampingi. Dua orang elite Demokrat yang sangat diapresiasi kehadirannya, yakni putra Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono.

“Mereka datang full tim. Padahal Demokrat kan bisa saja pakai kuasa. Tapi Pak SBY kirim dua anaknya. Ini merupakan legitimasi yang kuat. Jadi sudahlah, jangan digoreng-goreng terus soal kardus itu. Episode kardus versus baper sudah selesai,” ujar dia. (Gan)