Ginting : Pembukaan Olimpiade Tokyo Keren Walau Sederhana

0

JAKARTA (Suara Karya) : Olimpiade Tokyo yang tertunda selama satu tahun, akhirnya resmi bergulir. Hal ini ditandai dengan upacara pembukaan yang digelar hari Jumat (23/7) malam di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang.

Mengusung tema “United by Emotion”, upacara pembukaan ini dihelat tanpa penonton dengan pembatasan tamu undangan akibat masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting yang menyaksikan dari layar kaca mengungkapkan pendapatnya.

“Saya tadi nonton di handphone. Upacara pembukaannya keren walau dikemas sederhana. Mungkin kalau tidak pandemi bakal lebih megah. Sayang sekali memang tapi saat ini semua harus disyukuri.” kata Ginting.

“Bisa digelar saja, Olimpiade ini sudah bagus. Sekarang semoga semuanya lancar dan sehat hingga akhir nanti,” lanjutnya.

Tim bulutangkis Indonesia pada upacara pembukaan diwakili Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky. Selain karena pembatasan jumlah anggota defile, juga karena mereka sudah harus bertanding pada Sabtu (24/7) dan Minggu (25/7) besok.

“Ikut parade tim Indonesia di sana akan jadi pengalaman yang menyenangkan. Tetapi saya sudah harus fokus ke pertandingan lusa nanti,” ujar Ginting.

Sementara itu, manajer tim bulutangkis Eddy Prayitno menyampaikan kondisi terkini para atlet satu hari menjelang laga.

“Pagi tadi tim sudah menyelesaikan latihan terakhir jelang besok bertanding. Semua dalam kondisi sehat, prima dan semangat,” tutur Eddy.

“Hari ini juga kami didampingi dr. Andika (Respati) dari NOC Indonesia yang membuat kepercayaan diri atlet-atlet bertambah. Secara fisik dan mental mereka sudah siap bertanding,” sambung Eddy.

Eddy menambahkan bahwa para atlet menjalani sesi khusus video analisis pada sore harinya.

“Nah, di sore harinya para atlet di semua sektor menjalani sesi video analisis. Mereka menganalisa kelebihan dan kekurangan lewat video-video pertandingan. Ini akan menjadi pertimbangan membuat strategi permainan,” jelas Eddy.

“Semoga atlet-atlet kebanggaan kita ini, berhasil menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. Itu doa kita semua,” tutup Eddy.(Warso)