Golkar: Airlangga Hartarto Ideal Dampingi Jokowi 

0
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae. (Ist)

KENDARI (Suara Karya): Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Airlangga Hartarto figur ideal untuk mendampingi Joko Widodo pada ajang pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019, kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae.

“Kemenangan pasangan calon gubernur/wakil gubernur pada sembilan provinsi yang diusung Partai Golkar adalah tolok ukur yang realistis mendorong Airlangga Hartarto sebagai calon presiden mendampingi Joko Widodo,” kata Ridwan menyikapi realitas politik pasca pemilihan kepala daerah serentak 27 Juni 2018 di Kendari, Kamis (28/6).

Sembilan provinsi yang dimenangkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur yang diusung Partai Golkar adalah Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Sumatera Utara, Lampung, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat dan Jawa Tengah.

Berdasarkan komunikasi jajaran ketua Partai Golkar se-Indonesia tercatat 24 pengurus daerah dari 35 DPD tingkat provinsi mengapresiasi pemikiran realistis mendorong Airlangga Hartarto sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Musyawarah Nasional Partai Golkar memutuskan mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 karena dinilai mumpuni memimpin pemerintahan dan membangun bangsa.

“Niat mendorong Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon wakil Joko Widodo telah bergulir di kalangan kader Partai Golkar sejak lama namun masih menunggu pilkada serentak 27 Juni digelar sebagai tolok ukur realistis,” katanya.

Partai Golkar pasti dilirik menghadapi pilpres 2019, termasuk Joko Widodo yang sudah banyak mengetahui tentang potensi dan kekuatan politik partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Jika Airlangga Hartarto mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 maka dipastikan Partai Golkar yang sudah memiliki infrastruktur partai sampai tingkat desa makin solid untuk memenangkan kompetisi pemilihan presiden,” kata Ridwan yang juga anggota Komisi V DPR RI. (Pram)