Gratiskan Iuran JKN, Kota Tangerang Selatan Raih Target UHC

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil meraih target universal health coverage (UHC). Upaya itu diraih setelah pemda menanggung beban iuran bagi 472.569 warga Tangsel yang belum tercover dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Program berobat gratis sebenarnya bukan hal baru bagi Tangsel. Nah, dana program inilah yang kami integrasikan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” kata Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany usai penandatanganan kerja sama dengan BPJS Kesehatan di Jakarta, pada Jumat (14/12/2018).

Penandatanganan dilakukan oleh Dirut BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

Airin menjelaskan, jumlah penduduk Kota Tangsel per 1 Desember 2018 tercatat ada 1.259.139 jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 786.570 jiwa (62,46 persen) telah terdaftar dalam program JKN. Sedangkan siswanya 472.569 jiwa atau 37,54 persen belum terdaftar.

“Warga Tangsel yang belum tercover program JKN inilah yang jadi sasaran dalam kerja sama kali ini,” ucapnya.

Airin menambahkan, pihaknya sangat mendukung program JKN yang dilaksanakan pemerintah sejak 2014 lalu. Lewat integrasi ini, ia berharap masyarakat mendapat akses yang lebih luas atas layanan kesehatan.

“Terutama akses masyarakat berobat di rumah sakit swasta. Karena terus terang saja, rumah sakit pemerintah selalu penuh oleh pasien. Sehingga membuat antrian sangat panjang,” tutur Airin yang disambut tepuk tangan warga yang hadir dalam acara itu.

Pemda Tangsel, lanjut Airin, juga akan meningkatkan kegiatan yang mendorong terciptanya upaya preventif dan promotif kesehatan di masyarakat. Kedua hal itu penting, karena makin sehat masyarakat akan semakin kecil biaya pengobatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan.

Hal senada disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris. Hingga saat ini tercatat sudah ada sekitar 207 juta penduduk terdaftar sebagai peserta JKN. Masih ada sekitar 50 juta penduduk yang jadi target sasaran BPJS Kesehatan pada satu tahun kedepan.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemkot untuk mengintegrasikan program berobat gratisnya ke JKN. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2018 Tentang Optimalisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga 1 Desember 2018, tercatat sudah ada 489 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota yang terintegrasi dengan program JKN. Namun, dari jumlah itu baru 155 kabupaten/kota di Indonesia yang berstatus UHC.

“Untuk tingkat provinsi, tercatat ada 6 yaitu Aceh, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Sebagai informasi BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 193 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 52 rumah sakit (termasuk di dalamnya klinik utama), 25 apotek yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang Selatan. (Tri Wahyuni)