Gubernur Banten : Seluruh Bantuan Harus Sampai, Hingga Daerah Terisolir

0
Alat berat Pemprov Banten, sedang melakukan pembukaan akses jalan yang terisolasi. (Foto Kominfo Banten)

BANTEN (Suara Karya) : Setidaknya 200 relawan dari kabupaten-kota se-Banten, bekerjasama dengan  pemerintah provinsi,  berjibaku memberikan bantuan terhadap daerah dan warga masyarakat terdampak tsunami, pasca peristiwa Sabtu (22/12). Relawan tersebut, juga bergabung dengan anggota TNI-Polri dan menyebar di berbagai lokasi,  termasuk daerah yang sebelumnya terisolir karena akses jalan tertutup reruntuhan.

Mereka secara bersama terus melakukan pembukaan akses yang sebelumnya tertutup, hingga menembus bagian yang paling  terisolir. Setelah itu mereka langsung menyalurkan bantuan makananan bagi masyarakat yang mengungsi di desa-desa yang berbukit.

Untuk yang berdekatan dengan penampungan pengungsi, selanjutnya tim terpadu di bawah kendali Dinas Sosial Provinsi Banten, mendidirikan Dapur Umur Lapangan (DUMLAP). “Ada sekitar 1400 warga yang mendapat bantuan makanan. Mereka ada yang masih tinggal di bukit takut turun karena khawatir ada tsunami susulan,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten,  Nurhana  menyebutkan,  kebutuhan korban terdampak tsunami yang paling mendesak,  selama dalam pengungsian sudah disiapkan oleh Pemrov Banten.  Keperluan tersebut diantaranya, selimut, baju-celana bersih, matras alas tidur, air bersih layak minum serta pangan.

Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang,  tercatat sebagai wilayah ling parah. Sehingga disebutkan, akses menuju lokasi terdampak bencana sebelumnya sempat tersendat.

Saat ini ke wilayah Sumur sudah bisa dilalui, setelah sejumlah alat berat dari Dinas PUPR Provinsi Banten diaktifkan ke daerah-daerah terdampak.  Jalur Cilegon, Anyer, Labuan, Carita, Mandalawangi, Panimbang serta sejumlah titik lainnya sudah lebih dahulu bisa dibuka.  Dan berbarengan langsung didirikan posko bantuan.

Dinas Sosial mencatat, total  pengungsi yang berada di kawasan perbukitan Desa Tamanjaya dan Kertajaya, Kecamatan Sumur ada  1.472 orang. Untuk memberikan suplai logistik ke Desa Kertajaya dan Tamanjaya harus menempuh jarak 5 km.

Selain di Kecamatan Sumur, DAPUM juga dirikan di dekat-dekat  gedung sekolah, GOR, dan Puskesmas yang ada terbanyak pengungsi.

Catatan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Banten sampai dengan pukul 12.00 WIB tanggal 24 Desember 2018 jumlah korban meninggal akibat bencana tersebut,  mencapai 276 orang.  Sedangkan yang mengalami luka-luka sebanyak 783 orang dan 68 orang hilang.

Sementara yang berada di pengungsian, sebanyak 4.764 orang.  Selain itu sebanyak 192 orang dalam proses evakuasi di sekitar wilayah Tanjung Lesung.

Disebutkan, kerugian material mencapai 443 unit rumah, 10 unit kendaraan roda 4, 38 unit roda dua, 9 unit hotel rusak berat. Dan, disekitar wilayah Tanjung Lesung sebanyak 60 unit warung rusak berat. (Wsnu)