Gubernur Banten : Tangkap Buruh Yang Melakukan Tindakan Anarkis dan Segera Proses Hukum

0

SERANG (Suara Karya)  :   Gubernur Banten Wahidin Halim, mendesak pihak kepolisian segera menangkap buruh yang memasuki ruang kerjanya  saat melakukan aksi demo menuntut kenaikan upah, Rabu 22 Desember2021. Dia juga meminta pihak polisi, untuk segera melakukan proses hukum secara tegas, berkaitan tindakan anarkis dan pengrusakan sejumlah fasilitas pemerintah.

“Saya minta polisi segera melakukan proses hukum terhadap oknum buruh yang masuk ruangan kerja saya. Terlebih sudah melakukan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas pemerintah,” kata Wahidin, dalam siaran resmi yang diterima leonews.co.id, Rabu 23 Desember 2021.

Ditegaskan dalam siaran tersebut, bahwa Pemerintah Provinsi Banten tak akan melakukan revisi terhadap Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 5,4 juta, sebelum mendapat surat keputusan dari Pemerintah Pusat.  “Penetapan UMP dan UMK sudah sesuai ketentuan dan aturan yang tertuang dalam undang-undang nomor 11 tahun 2021 dan PP nomor 36 tahun 2021 tentang pengupahan” tegas Wahidin

Menurutnya, selama tidak ada intruksi dan aturan dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten tidak akan merevisi UMP dan UMK  tersebut.  “Saya patuh terhadap aturan yang berlaku  dan tidak akan merevisi keputusan,  selama tidak ada intruksi dari pemerintah pusat,” katanya.

Untuk diketahui, besaran UMP Provinsi Banten tahun 2022 naik 1,63% . Gubernur Banten Wahidin Halim,  menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Banten tahun 2022 sebesar Rp 2.501.203,11. Besaran UMP tahun 2022 itu ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Banten Nomor 561/Kep.280-Huk/2021.

Sebelumnya, Rabu 23 Desember 2021, ratusan buruh yang melakukan aksi demo menuntut kenaikan upah tersebut,  berhasil lolos menerobos pagar betis Pengaman dalam (Pamdal), Satpol PP bersama kepolisian di Gerbang utama Kawasan Pusa Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Setelah lolos dari Gerbang Utama, buruh yang terlihat semakin beringas tersebut, juga berhasil masuk pada gerbang kedua dan langsung memasuki ruang kerja Gubernur Banten.

Salah seorang buruh bersandar di kursi kerja Gubernur Banten Wahidin Halim, sambil ,meletakan sebelah kakinya yang menggunakan sepatu. (foto Istimewa) 

Di dalam ruang kerja gubernur tersebut, mereka berteriak-teriak menanyakan keberadaan gubernur. “Mana gubernurnya. Wah enak yaaa..di ruangan ini,” teriak salah seorang dari buruh tersebut.

Tidak hanya itu, diantara buruh yang melakukan aksi protes tersebut, beberapa diantaranya juga ada yang mencoba duduk di kursi kerja gubernur sambil bersandar. Bahkan juga menaikan kaki lengkap dengan sepatunya keatas meja kerja.

Padahal  di atas meja tersebut, terdapat papan bertuliskan “Gubernur” yang hampir tersenggol dengan sepatu yang dipakainya. “Hayo mau Tanya apa,” kata buruh yang  bertindak tak senonoh tersebut.

Ditulis oleh : Wisnu Bangun