PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Gubernur BI Dorong Masyarakat Gunakan Pembayaran SIAP Qris

0

JAKARTA (Suara Karya): Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan pembayaran digital yang Sehat, Inovatif, dan Aman Pakai dengan Quick Response Code Indonesian Standard (SIAP Qris) di pusat perbelanjaan atau mal.

“Ini dilakukan untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional agar lebih cepat,” kata Perry di acara peluncuran SIAP Qris di Mal Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (19/8/2022).

Perry menyampaikan, ada tiga pesan penting dalam acara peluncuran ini. Pertama, bersinergi mengembangkan ekonomi dengan menggunakan produk dalam negeri, khusus produk UMKM guna mendukung pemulihan ekonomi.

Kedua, mendorong konsumsi atau belanja produk UMKM Indonesia untuk mendukung gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang bertujuan agar masyarakat Indonesia mencintai dan menggunakan produk buatan lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, menggunakan QRIS dalam berbelanja karena QRIS Sehat, Inovatif, Aman, Pakai. Melalui kampanye program SIAP Qris kita terus dorong layanan transaksi pembayaran digital di pasar-pasar tradisonal dan di pusat perbelanjaan di Indonesia, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sudah cukup tinggi akan lebih kuat dan sehat.

Sejalan dengan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria  juga menyampaikan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berperan aktif dalam mendukung inisiatif SIAP Qris Bank Indonesia untuk transaksi pembayaran menggunakan Qris yang dapat digunakan di pasar-pasar, toko-toko kelontong yang tersebar sampai pelosok kampung dan perumahan.

Melalui penggunaan Qris lanjut Ariza, diharapkan akan mendisiplinkan metode pembayaran dan mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Ekskutif Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan, pembayaran digital bisa menjaga stabilitas perekonomian khususnya di DKI Jakarta.

Diungkapkan Onny, sebelumnya BI Perwakilan DKI Jakarta menggencarkan penggunaan Qris di pasar-pasar tradisional.
Hal itu dilakukan, mengiat sekitar 60 persen belanja masyarakat dengan kelas ekonomi menengah kebawah digunakan untuk membeli pangan.

“Kini kita sasar penggunaan Qris pada tingkat perekonomian menengah atas. Makanya sasarannya adalah pusat perbelanjaan dan mal di seluruh Jakarta, dan Sarinah adalah yang pertama,” kata Onny.

Dikatakan Onny, BI Jakarta ingin mendongkrak pengeluaran masyarakat dalam berbelanja. Jadi tidak hanya pangan, tetapi juga harus diarahkan pada belanja keperluan lainnya di luar pangan dan itu dilakukan pada pusat perbelanjaan atau mal.

“Kelas menengah ini uangnya banyak di bank. Jadi masuk mal pake Qris limitnya ditingkatin Rp 10 juta. Maksudnya, agar mereka bisa membeli barang dengan sekali transaksi,” kata Onny.

Dengan demikian lanjut Onny, kedepan pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditopang dengan pangan saja tetapi sandang, papan dan lainnya,” kata Onny. (Bayu)