Gubernur Jatim Anjurkan Beli Batik Asli

0
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri acara peresmian gedung baru Disperindag Jatim. (ANTARA/HO-Ali)

SURABAYA (Suara Karya): Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menganjurkan masyarakat untuk membeli produk kain batik yang asli, dan bukan batik cetak (printing), untuk membantu pengrajin batik tulis tetap eksis.

“Batik printing itu bukan batik. Melainkan hanya kain yang di-print dengan motif batik,” katanya di Surabaya, sebelum take off menuju Jayapura untuk menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021, Sabtu.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menjelaskan batik adalah kain yang diproduksi dengan metode membatik, baik itu tulis, cap, maupun campuran keduanya.

“Memang kain printing motif batik harganya lebih murah. Tapi jika membelinya, perajin batik kita tidak akan mendapatkan apa-apa. Memang terkadang kain batik yang asli dari pengrajin lebih mahal karena itu hasil kreasi buatan tangan atau hand made, bukan dicetak mesin,” ujarnya.

Jawa Timur, kata mantan Menteri Sosial itu, memiliki banyak sentra batik dengan beragam motif sesuai ciri khas daerah.

“Jawa Tmur memiliki ragam batik yang khas di tiap kabupaten/kota, mulai dari Tuban, Banyuwangi, Madura, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, Mojokerto, Pacitan, Sidoarjo, Bojonegoro, Jember dan sebagainya,” katanya seperti dilansir antaranews.com.

Bertepatan dengan momen Hari Batik Nasional, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat membeli batik yang asli, bukan printing.

“Ayo, bantu pengrajin batik di Jawa Timur biar bisa tetap eksis dengan membeli produknya,” ujarnya.

Dia menandaskan, dari pada beli baju merek luar negeri dengan harga selangit, mending beli batik asli, bukan printing, yang notabene adalah produk dalam negeri.

“Membeli batik karya pengrajin sama dengan berkontribusi menyelamatkan aset bangsa yang telah resmi diakui UNESCO sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Selain itu, dengan membeli batik yang asli, juga sebagai salah satu bentuk penyelamatan terhadap pelaku UMKM agar segera pulih dari pandemi virus corona atau COVID-19,” tuturnya. (Syarifuddin Lihawa)