Gufron: Monitor Kesehatan dan Fisik Atlet Lewat Test Performa

0
Ondang Gufron memantau test performa atlet DKI Jakarta. (Suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Kabid Pembinaan Prestasi Dispora DKI Jakarta, Ondang Gufron menghimbau, atlet dari cabang sepakbola, futsal, tenis dan bulutangkis segera mengikuti test performa yang diberikan program Pembinaan Olahraga Prestasi (POB). Dengan harapan, kesehatan dan kondisi fisik atlet cepat terdata dan termonitor.

Dia menyadari cabang bulutangkis saat ini atletnya mengikuti berbagai event internasional. Begitu juga dengan tenis. Sedang sepakbola dan futsal masih dalam taraf seleksi atlet yang diajukan masuk POB. Namun ia optimis para atlet itu mempunyai waktu mengikuti test performa.

“Test performa yang dilakukan POB kali ini merupakan pemantauan dasar kondisi kesehatan dan fisik atlet. Dengan begitu, data dari si atlet tercatat dan diharapkan terus mengalami peningkatan,”tegas Ondang Gufron di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Odang melanjutkan, dengan data yang dimiliki POB kedepannya bisa menentukan atlet yang layak mendapatkan honor selama dipersiapkan menuju PON XX di Papua tahun 2020.

Melalui test performa yang diharapkan digelar 4 bulan sekali oleh POB dapat dijadikan strategi promosi degradasi (Promdeg) bagi Pengprov maupun KONI DKI Jakarta saat mengajukan atletnya ke Dispora.

Melalui strategi Promdeg katanya, memacu atlet melakukan latihan lebih serius dan keras lagi selama dipersiapkan ke PON. Karena kalau prestasinya staknan atau mengalami penurunan saat mengikuti test performa seorang atlet bisa terdegradasi digantikan juniornya yang mampu melampaui prestasi yang dimiliki.

Melalui strategi itu jelas Gufron, test performa yang dilakukan POB di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sangat penting sekali. Dengan harapan, kesehatan dan fisik atlet mengalami peningkatan sebelum diturunkan diberbagai event, baik ditingkat nasional maupun regional.

Gufron melanjutkan, untuk atlet yang mempunyai prestasi internasional POB akan bekerjasama dengan Pengurus Besar (PB) nya. Sedang untuk atlet yang ditempa di Pelatda sudah tentu bersinergi dengan KONI DKI Jakarta.

POB paparnya, menjadi batang tubuh yang bersinergi dengan KONI DKI Jakarta, Pengurus Besar (PB) dan KONI Pusat dalam membina atlet menuju prestasi puncak. Karena pembinaan olahraga harus dimulai dari dasar yang di lanjutkan ke Pelatda dan meningkat kejenjang internasional yang digodok di Pelatnas. (Warso)