Gunung Merapi Kembali Semburkan Awan Panas

0

JAKARTA (Suara Karya): Paska menyemburkan awan panas letusan pada Senin (14/10/2019) pada pukul 16.31 WIB, Gunung Merapi juga kembali menyemburkan awan panas guguran sebanyak dua kali.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya menyebut awan panas guguran pertama dikeluarkan pada pukul 20.19 WIB.

“Awan panas guguran terjadi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 20.19 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimal 30 mm dan durasi kurang lebih 76 detik,” ujar Hanik.

Dia menerangkan awan panas guguran tersebut tak bisa diamati jarak luncurnya. Hal ini terjadi karena cuaca berkabut di Gunung Merapi.

Hanik mengungkapkan, awan panas guguran kembali terjadi pada Selasa (15/10/2019) pukul 00.04 WIB. Awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimal 53 mm dan durasi kurang lebih 102 detik.

“Terjadi awan panas guguran Gunung Merapi pada tanggal 15 Oktober 2019 pukul 00.04 WIB. Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo maximal 53 mm dan durasi lebih kurang 102 detik. Awan panas tidak terpantau secara visual karena cuaca berkabut,” ungkapnya.

Dia menjabarkan BPPTKG merekomendasikan area dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia. Masyarakat, sambung Hanik, dapat beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Hanik menambahkan hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di status waspada atau level II. Status waspada ini telah ditetapkan sejak 21 Mei 2018. (Pramuji)