Guru Honorer Lolos ‘Passing Grade’ Masuk Prioritas Seleksi PPPK 2022

0

JAKARTA (Suara Karya): Guru honorer yang lolos ‘passing grade’ dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Fungsional guru tahun 2021 akan diprioritaskan pada penerimaan PPPK tahun ini.

Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen-PANRB) Nomor 20 Tahun 2022 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

“Prioritas bagi guru honorer yang lolos ‘passing grade’ itu tertuang dalam PermenPANRB pasal 5 ayat 2 tentang pelamar prioritas I,” ujarnya.

Pada seleksi ASN PPPK tahun 2021, lanjut Nadiem, ada 193.954 guru lulus namun tidak dapat formasi. Mereka akan menjadi prioritas pada seleksi ASN PPPK tahun 2022.

Dalam Permen-PANRB Nomor 20 Tahun 2022 pada pasal 32 disebutkan, seleksi kompetensi bagi pelamar prioritas I menggunakan hasil seleksi tahun 2021. Seleksi itu terdiri atas seleksi kompetensi I dan II. Bila pelamar memilih jabatan yang sama pada seleksi kompetensi I dan II, maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir paling tinggi.

Jika pelamar memilih jabatan yang berbeda pada seleksi kompetensi I dan II, maka dinyatakan lulus dengan menggunakan nilai akhir pada seleksi kompetensi II terlebih dahulu.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbudristek, Iwan Syahril mengatakan, pelamar prioritas wajib mendaftar pada sekolah tempat bertugas sepanjang tersedia kebutuhan yang sesuai dengan sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi akademik yang dimiliki.

Ketentuan itu tertuang dalam pasal 33 ayat 1. Pada ayat 2, jika tidak tersedia kebutuhan yang sesuai dengan sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi akademik yang dimiliki pada sekolah tempat bertugas, maka pelamar prioritas dapat mendaftar ke sekolah lain yang masih tersedia kebutuhannya.

“Pemilihan sekolah sebagai tempat bertugas merupakan keberminatan pelamar sebagai guru ASN PPPK,” ucap Iwan.

Mendikbudristek menambahkan, pemerintah akan terus memberi solusi terbaik bagi guru honorer yang telah mendedikasikan diri untuk mendidik peserta didik menjadi insan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

“Tetaplah semangat dan manfaatkan peluang yang diberikan pemerintah untuk menjadi sosok guru lebih baik,” kata Mendikbudristek berpesan. (Tri Wahyuni)