Guru Pegiat Pembelajaran Berbasis TIK Dapat Anugerah KIHAJAR 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Pusat Data dan Informasi (Pusdatin), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) memberi penghargaan Anugerah KIHAJAR 2021 kepada guru dan siswa pegiat pembelajaran berbasis TIK.

Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Muhamad Hasan Chabibie dalam acara Puncak Anugerah KIHAJAR 2021 yang digelar secara hybrid dari Jakarta, Kamis (25/11/21) malam.

Hasan mengemukakan, Program KIHAJAR terbuka bagi seluruh siswa, guru, mahasiswa dan umum di seluruh Indonesia yang peduli terhadap pendidikan. “Semoga ikhtiar ini bisa menjadi penjaga nyala api belajar dan menumbuhkan inovasi dan kreativitas pendidikan,” ujarnya.

Hasan mengemukakan, tantangan pembelajaran di masa depan akan semakin besar. Sehingga pendayagunaan teknologi informasi di dunia pendidikan diharapkan makin optimal, seiring penerapan pembelajaran hibrida, yaitu tatap muka terbatas dan jarak jauh akan berjalan.

“KIHAJAR adalah wadah eksplorasi digital bagi siswa seluruh jenjang, dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM),” kata Hasan.

Ia berharap, upaya itu dapat meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, pendayagunaan TIK dan pendidikan karakter. Program juga memberi ruang kemerdekaan bagi siswa dan guru dalam proses belajar agar lebih menyenangkan dan maksimal.

“Aktivitas ini senapas dengan semangat Mendikbudristek, di mana guru belajar hal baru tentang teknologi dan dapat akses dan pelatihan yang praktis dan relevan menjawab kebutuhan pembelajaran abad 21. Ini bagian ikhtiar kita menjaga nyala api pembelajaran melalui konten digital yang bisa diakses para guru,” tuturnya.

Hasan memaparkan, KIHAJAR STEM 2021 diikuti sebanyak 10.038 tim. Dari jumlah itu, 7.530 tim lolos pada tahap dasar, kemudian 1.889 lolos pada tahap menengah. Akhirnya, sebanyak 388 tim lolos mengikuti tahap final.

Terdapat 20 pemenang KIHAJAR STEM dengan masing-masing lima pemenang per jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Juara Umum SD diraih SD Unggulan Al-Ya`Lu Jawa Timur, Juara Umum SMP diraih SMP Labschool Kebayoran DKI Jakarta, Juara Umum SMA diraih SMAN 2 Bandar Lampung dan Juara Umum SMK diraih SMKN 26 Jakarta.

Sekretaris Jenderal Kemdibudristek, Suharti mengucapkan selamat kepada para pemenang dan memberi apresiasi kepada Duta Rumah Belajar 2021 serta jawara Belajar.ID yang telah memanfaatkan akun pembelajaran.

“Upaya terbaik yang diberikan para pemenang akan berdampak besar pada pendidikan Indonesia dan masa depan bangsa,” ucapnya.

Hal senada dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen) Jumeri. Ia mengaku bangga pada para guru, karena pendidikan di Indonesia akan berhasil jika para guru terus berdedikasi menyalakan semangat belajar siswa.

“Untuk menjawab tantangan masa depan, guru diharapkan bisa mengedepankan karakter pelajar pancasila. Saya mengapresiasi antusiasme semua pihak dalam mengimplementasikan TIK dalam pembelajaran. Hal itu mencerminkan semangat merdeka belajar yang sejati,” tuturnya.

Dalam taklimat media yang digelar virtual, Jumat (26/11/21), Hasan menjelaskan, Pusdatin juga menggelar Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK). Program tersebut untuk meningkatkan kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja UNESCO.

“Guru peserta PembaTIK berkesempatan menjadi Duta Rumah Belajar, yaitu agen Pusdatin Kemdikbudristek untuk menyosialisasikan pendayagunaan TIK ke dalam pembelajaran,” katanya.

Menurut Hasan, mereka akan menjadi penggerak dan inspirasi guru serta komunitas di wilayah representatifnya untuk membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Diakui Hasan, PembaTIK tahun ini diikuti 80 ribu guru hingga terseleksi 1.020 guru per provinsi pada tahap menengah. Hasil seleksi akhir, ditetapkan 34 guru terbaik dari 34 provinsi sebagai Duta Rumah Belajar 2021.

Pusdatin juga membuat Bahan Ajar Berbasis TIK (MembaTIK), ajang bagi guru, siswa, mahasiswa dan khalayak umum dalam membuat media pembelajaran berbasis TIK.

“Melalui MembaTIK, peserta diharapkan mampu membuat media bahan belajar berbasis TIK yang menarik, kreatif, dan interaktif untuk pembelajaran di sekolah. Kategori media MembaTIK 2021 meliputi Gim Edukasi, Motion Graphics, Augmented Reality dan Laboratorium Maya,” ujar Hasan.

Disebutkan, ada 341 konten yang diunggah peserta. Dari jumlah itu terpilih 40 karya finalis oleh Pusdatin. “Apresiasi diberikan untuk Kategori Gim Edukasi, Motion Graphics, Augmented Reality dan Laboratorium Maya,” tutur Hasan.

Festival Video Edukasi (FVE) adalah festival video yang konsentrasi pada tema-tema pendidikan. Festival itu diselenggarakan Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan (BPMTP), salah satu unit pelaksana teknis di Pusdatin Kemdikbudristek.

Selain itu, ada Lomba Membuat Aplikasi Mobile Edukasi (MAME) yang digelar Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan (BPMPK) Semarang.MAME bertujuan untuk memotivasi pelajar, guru dan masyarakat untuk mengembangkan bahan belajar interaktif melalui perangkat mobile.

Program Daerah Jawara belajar.id adalah program penghargaan untuk provinsi dan kabupaten/kota dengan tingkat persentase aktivasi akun pembelajaran belajar.id tertinggi. “Semoga pemda dan dinas semakin terpacu mengaktivasi dan memanfaatkan Akun Pembelajaran dengan menggandeng komunitas Pendidik belajar.id di daerahnya,” kata Hasan.

Jumlah peserta Daerah Jawara belajar.id adalah 34 provinsi dan 374 kota/kabupaten yang berpartisipasi. Terpilih 23 Daerah Jawara belajar.id berdasarkan presentase aktivasi akun pembelajaran tertinggi yang dibagi menjadi 3 kategori. (Tri Wahyuni)