Hadapi Ancaman Pandemi Gelombang 3, SehatQ Perkuat Jaringan Rekanan

0

JAKARTA (Suara Karya): Mengantisipasi terjadinya pandemi covid-19 gelombang ketiga, start up bidang teknologi kesehatan, SehatQ memperkuat layanan kesehatan dengan terus memperluas jaringan rekanan apotek dan fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) di Tanah Air.

Chief Commercial Officer (CCO) SehatQ, Andrew Sulistya mengatakan, SehatQ memiliki sejumlah program yang didukung Kementerian Kesehatan mulai dari telekonsultasi hingga pelaksanaan vaksinasi gratis bagi masyarakat,” kata Andrew dalam keterangan pers, Selasa (9/11/21).

Ditambahkan, SehatQ telah melayani ratusan ribu telekonsultasi, puluhan ribu vaksinasi, menyediakan produk dan layanan kesehatan dengan harga terjangkau yang diantar sampai kerumah, hingga layanan mencari oksigen.

“Berbagai upaya dilakukan guna membantu pemerintah dalam menekan kasus penyebaran covid-19,” ujarnya.

SehatQ hingga saat ini telah memiliki lebih dari 900 rekanan Fasyankes yang tersebar di lebih 60 kota dan rekanan apotek lebih dari 400 outlet. Jumlah itu akan bertambah setiap tahunnya, agar layanan kesehatan yang diberikan SehatQ bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas.

“Persiapan maksimal kami lakukan menghadapi prediksi penyebaran covid-19 yang tinggi pada Desember 2020 hingga Januari 2021,” tutur Andrew.

SehatQ menargetkan penambahan rekanan apotek dan Fasyankes hingga lebih dari 1.500 partner. Dan layanan kesehatan bekerja sama perusahaan dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Potensi terjadinya gelombang ketiga pandemi covid-19 pada Desember 2021 hingga Januari 2022 telah disampaikan pemerintah pada Oktober lalu.

Seperti dikemukakan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, Indonesia saat ini baru melalui dua gelombang, sementara banyak negara tengah berada dalam pandemi gelombang ketiga.

Gelombang pertama pandemi covid-19 di Indonesia terjadi pada Januari 2021 dengan kasus harian tertinggi 18.000, disusul gelombang kedua pada Juli 2021 dengan kasus tertinggi dalam sehari 54.000. (Tri Wahyuni)