Hampir Rampung, Kota Bekasi Percepat Integrasi Dinkes dan BPJS

0
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati. (Ist)

BEKASI (Suara Karya): Pemerintahan Kota Bekasi melakukan percepatan integrasi antara Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan BPJS menjadi 2022 dari sebelumnya dijadwalkan integrasi tersebut dilakukan pada 2023. Hingga pertengahan Maret ini persiapan percepatan sudah hampir rampung dan sesuai target pada Semenster I-2022 ini integrasi keduanya sudah selesai.

Kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Tanti Rohilawati mengungkapkan hal tersebut terkait suasana Pemerintahan Kota Bekasi yang saat ini berada ditangan Plt Wali Kota Tri Adhianto. Dalam suasana baru sebagai langkah awal kepemimpinan Tri Hadiyanti pasca non aktifnya Walikota Rahmat Efendi yang tersandung kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemkot Bekasi, integrasi Dinkes dan BPJS merupakan salah satu kebijakan yang perlu dipercepat.

“Kita sudah dua kali tahapan (untuk percepatan integrasi), untuk menyandingkan kepesertaan tersebut Insya Allah sudah hampir rampung. Nanti, kami akan laporkan kepada pimpinan. Bukan kami saja tetapi, bersama Asda-2 dan OPD (Organisasi Pimpinan Daerah) terkait baik Dinsos (Dinas Sosial) maupun Disdukcapil (Dinas Kependudukan),” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati di Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini.

Tanti mengatakan, dalam suasana baru pemerintahan Kota Bekasi, percepatan integrasi Dinkes dan BPJS merupakan salah satu program Pemkot Bekasi pasca Rahmat Efendi. Ini berjalan lancar tidak lepas dari pemerintahan berjalan dengan baik meskipun sekarang di tangan Plt yang dijabat mantan wakil walikota.

“Kita sama beliau sudah tidak asing dan bukan kendala, yang lama dan baru mestinya sama tapi dimungkinkan ada perubahan-perubahan karena masing-masing pimpinan punya konsep,” ujar Tanti.

Menurut dia, integrasi keduanya dipersiapkan pada 2023 merupakan salah satu program tau kebijakan daerah yang dianggap lebih baik dipercepat pelaksanaannya.

“Misalnya, di Dinkes target tadinya 2023 diintegrasikan, karena kebijakan beliau (Plt Tri) maka lebih bagus mempercepat dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensi maka sekarang dilakukan, di 2022 ini. Target kami di Semester-I 2020 ini selesai,” jelasnya.

Sedikit lebih teknis Tanti menjelaskan, sesuai hasil diskusi dan arahan pimpinan, pihaknya sudah menindaklanjuti percepatan integrasi dengan pejabat terkait.

“Kami sudah rapat-rapat internal karena untuk integrasi itu harus dilakukan penyandingan data atau kepesertaan, dimana berapa jumlah masyarakat terintegrasi dengan BPJS, berapa yang belum terintegrasi dan belum punya jaminan, ini bekewajiban dilakukan pada sidang dulu sehingga data yang diintegrasikan ini betul-betul data yang ada di Kota Bekasi. Dan, perhitungan pun tidak meleset. Sehingga data betul-betul harus dival@idasi terlebih dahulu, setelah itu baru kembali kita laporkan kepada pimpinan,” ujarnya. (Indra)