Hati-Hati Penipuan, Tak Ada Penerimaan CPNS Jalur Indonesia Sehat

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kembali mengimbau masyarakat dan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk selalu berhati-hati dalam segala bentuk modus penipuan terkait CPNS.

Kementerian PANRB baru-baru ini mendapat laporan terkait pengangkatan CPNS jalur Indonesia Sehat dari Kementerian Kesehatan. Padahal, rencana penerimaan CPNS jalur Indonesia Sehat hingga saat ini belum tersedia.

“Sudah dikonfirmasi, Kementerian Kesehatan tidak memiliki program pengangkatan CPNS jalur Indonesia Sehat,” kata Kepala Biro Hukum, Komunikasi dan Informasi Publik (HKIP) Kementerian PANRB, Andi Rahadian dalam siaran pers yang diterima Suara Karya, Selasa (17/12/19).

Andi menjelaskan, peserta diminta untuk menyiapkan uang sebesar Rp250 juta untuk masuk sebagai PNS lewat jalur Indonesia Sehat. Saat ini, peserta diminta untuk menunggu Surat Keputusan yang sedang diproses dan siap untuk dibagikan.

Adapun oknum dalam kasus itu mengatasnamakan Mona sebagai staf dari Kementerian Kesehatan dan pengumpul dana atas nama Iksan di Palembang, Sumatera Selatan. Sebagai informasi, dalam proses seleksi CPNS, pemerintah tidak memungut biaya dalam bentuk apapun kepada peserta dan tidak menjanjikan kelulusan.

Ditambahkan, program yang dimiliki Kementerian Kesehatan sebenarnya bernama Nusantara Sehat, bukanlah Indonesia Sehat. Program itu merupakan program khusus untuk pemenuhan tenaga kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

Bagi peserta yang mengikuti seleksi CPNS melalui program Nusantara Sehat, diperbolehkan untuk mengikuti seleksi sesuai dengan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Melalui program itu juga, para peserta yang mengikuti proses seleksi, tidak secara otomatis diangkat menjadi CPNS.

Andi meminta kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan mengonfirmasi kebenaran informasi yang beredar mengenai CPNS, terutama yang meminta sejumlah uang.

“Jika mendapat informasi terkait proses seleksi CPNS dan dirasa tidak wajar, kami minta untuk selalu waspada dan konfirmasi dengan Kementerian PANRB terlebih dahulu,” ucapnya. (Tri Wahyuni)