Hingga 30 April 2020, Peserta JKN-KIS Boleh Turun Dua Kelas Sekaligus

0

JAKARTA (Suara Karya): Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberi kemudahan bagi peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) kelompok mandiri yang ingin turun kelas perawatan. Terhitung mulai 9 Desember 2019 hingga 30 April 2020, penurunan itu bisa dilakukan tanpa persyaratan.

“Setelah 30 April 2020, penurunan kelas perawatan peserta mandiri harus ikut peraturan yang ada,” kata Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris saat melihat pelaksanaan Mobile Customer Service (MCS) yang buka pelayanan di Puskesmas Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Fachmi menyadari rencana kenaikan iuran JKN-KIS pada 1 Januari 2020 akan berdampak pada penurunan kelas perawatan di kelompok mandiri. Untuk itu, BPJS menyediakan MCS yang akan bergerak di seluruh kantor cabang, untuk mempermudah peserta untuk mengurus hal terkait program JKN-KIS.

“Perubahan kelas perawatan juga dapat dilakukan melalui Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kabupaten/Kota maupun secara online melalui BPJS Kesehatan Care Center yaitu 1 500 400 dan Mobile JKN sejak 9 Desember 2019,” ucapnya.

Merujuk pada peraturan yang ada, lanjut Fachmi, peserta sebenarnya tidak boleh mengubah kelas perawatan, jika belum berada di kelas yang lama selama satu tahun. Peserta juga tidak boleh turun dua tingkat sekaligus dari kelas yang lama.

“Peserta juga boleh mendaftar seluruh anggota keluarganya dalam 1 kartu keluarga untuk ikut kelas perawatan yang sama,” ucap Fachmi.

Ditambahkan, kemudahan itu hanya diberikan untuk peserta mandiri yang mendaftar dan membayar iuran pertama sebelum 1 Januari 2020. Penurunan kelas perawatan hanya dapat dilakukan 1 kali selama satu tahun.

Karena itu, lanjut Fachmi, peserta harus memastikan pilihannya secara matang. Karena perubahan kelas baru bisa dilakukan, setelah peserta berada pada kelas yang lama selama satu tahun.

“Jika peserta melakukan perubahan kelas pada bulan berjalan, maka pemberlakuan kelas perawatan yang baru adalah 1 bulan berikutnya,” tuturnya

Peserta mandiri yang masih memiliki tunggakan iuran, kata Fachmi, dapat melakukan perubahan kelas perawatan. Jika peserta ingin status kepesertaan aktif kembali dan kartu bisa digunakan, maka peserta wajib melunasi tunggakan terlebih dahulu.

Untuk peserta mandiri beserta anggota keluarga yang baru mendaftar dan belum pernah membayar iuran dan berada dalam masa verifikasi data 14 hari, Fachmi menambahkan, peserta dapat mengajukan perubahan kelas rawat. Namun, masa verifikasi data jadi 14 hari sejak permohonan perubahan kelas perawatan.

Tentang MCS, Fachmi menjelaskan, mobil tersebut akan berkeliling sesuai dengan jadwal yang ditentukan kantor cabang BPJS Kesehatan. Informasi jadwal MCS secara berkala bisa dilihat di akun media sosial BPJS Kesehatan atau masyarakat bisa menelpon kantor cabang terdekat, untuk mengetahui wilayah mana yang sedang didatangi oleh MCS.

MCS dapat melayani seluruh administrasi kepesertaan BPJS Kesehatan, tak jauh beda dengan pelayanan di kantor cabang. Pelayanan itu mulai dari pendaftaran peserta baru, pencetakan kartu, perubahan data kepesertaan seperti pindah fasilitas kesehatan, perubahan kelas perawatan, penambahan anggota keluarga, pemberian informasi dan pengaduan.

Masyarakat diminta untuk tidak ragu mendatangi MCS bila melihat di kantor kelurahan, alun alun pusat kota, Puskesmas atau pasar. MCS dilengkapi dengan infrastruktur pendukung operasional pelayanan peserta.

“Untuk program MCS Goes to Village, maka mobil akan ada di kantor kelurahan atau kecamatan, kantor desa atau dusun dan Puskesmas. Untuk MCS Around City, mobil ada di alun-alun atau pusat kota dan pusat keramaian. Sementara MCS Hi Customer di pasar tradisonal, pusat perbelanjaan/mal, sekolah dan kampus,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Fachmi, ada MCS Corporate Gathering di kantor Kementerian atau Dinas, instansi/lembaga pemerintah atau badan usaha. MCS juga akan hadir di keramaian pada Car Free Day, serta kegiatan bersama komunitas-komunitas atau penggiat/hobi tertentu. (Tri Wahyuni)