Kader Golkar Harus Melek Teknologi

0
Ketua Dwan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie

JAKARTA (Suara Karya): Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, membuat Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie, harus menyesuaikan diri. Bahkan, dirinya kerap menggunakan media sosial dalam mengikuti perkembangan politik di Tanah Air, terutama menjelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019.

Karenanya, dia berharap para kader Golkar yang kini menjadi calon anggota legislatif, untuk membiasakan diri menggunakan teknologi informasi dalam menyapa konstituennya di daerah pemilihannya masing-masing, selain tetap menggunakan cara konvensional, seperti mendatangi langsung masyarakat dalam menerima masukan.

“Saya sendiri, dulu sering menjawab sendiri twiter bila ada yang harus saya tanggapi terkait perkembangan politik di Golkar. Sampai-sampai istri saya bilang, ‘punya pacar baru ya’. Tapi intinya, dalam pemilu 2019, saya tidak mengharapkan Golkar jadi nomor dua, tapi nomor satu, alias kemenangan harus kita raih di 2019,” ujar saat berbicara dalam ‘Kopi Darat (Kopdar) Praja Muda Beringin (PMB)’ bertajuk Seberapa Gregetkah Caleg Muda Golkar, di Gedung Kosgoro, Jl Hang Lekiu I Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2018).

“Sejak 2009 pada saat saya jadi Ketua Umum Partai Golkar, dalam setiap pidato saya selalu mengharapkan seluruh caleg harus menguasai media sosial. Tetapi pada saat itu hilang begitu saja,” ujarnya.

Namun dia merasa yakin bahwa caleg-caleg muda Golkar merupakan caleg yang potensial bagi kemajuan Partai Golkar ke depan. Hal ini sekaligus menghilangkan rasa pesimisme yang selama ini dirasakan dirinya.

“Rasa pesimisme itu, kalau saya melihat hari ini hilang sama sekali. Ini saya tidak bohong, bukan mulut manis. Artinya, pesimisme yang pernah ada pada saya, pada hari ini hilang sama sekali,” ujarnya menambahkan.

Selain itu, dia juga berpesan kepada para caleg muda untuk tetap menjaga soliditas dalam memperjuangkan kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2019.

“Saya berpesan kepada anak-anak muda ini, jangan karena ada masalah kecil, kemudian terjadi perseteruan. Saya dengan Pak Agung walaupun berseteru ketika itu, di luar kita tetap bersahabat,” katanya. (Gan)