IDI Sampaikan Rekomendasi Cegah Perluasan Covid-19 di Tanah Air

0

JAKARTA (Suara Karya): Organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan sejumlah rekomendasi ke pemerintah untuk mencegah perluasan corona virus (covid-19) di Tanah Air. Rekomendasi itu penting karena kasus covid-19 telah menjadi perhatian serius masyarakat baik di dalam maupun luar negeri.

Salah satu rekomendasi ya adalah perlunya perluasan skrining di bandara maupun pelabuhan yang menjadi pintu masuk dan keluar negara. Skrining tidak terbatas pada tamu dari negara terjangkit saja, tetapi semua tamu yang mau masuk ke Indonesia

“Jika ada penumpang terdeteksi demam tinggi, sebaiknya langsung lakukan swab tenggorok atau pemeriksaan sputum (dahak). Itu adalah deteksi dini covid-19, tanpa perlu menunggu bukti ada pneunomia pada foto toraks,” kata Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng M Faqih, di Jakarta, Kamis (5/7/20).

Daeng dalam kesempatan itu dampingi Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19, Zubairi Djoerban dan beberapa pengurus PB IDI lainnya.

Ia menambahkan, perluasan itu termasuk penambahan jumlah laboratorium untuk mendeteksi secara cepat ada tidaknya covid-19 dalam tubuh seseorang. Hal itu guna menghindari fenomena gunung es di masyarakat.

“Katanya, ada banyak pasien positif covid-19 tetapi tidak memiliki gejala umum seperti panas tinggi, batuk, sesak nafas. Karena itu, perlu alat yang dapat mendeteksi virusnya. Agar tidak ada pembawa covid-19 tanpa gejala berkeliaran di masyarakat,” tuturnya.

Ia menyayangkan terbatasnya jumlah laboratorium yang dapat mendeteksi COVID-19. Saat ini laboratorium semacam itu baru ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan, Jakarta.

“Kami berharap ada pusat-pusat penelitian di daerah yang bisa jadi rujukan, agar kasus dari seluruh Indonesia bisa langsung diperiksa. Tanpa perlu mengirimnya ke Jakarta, lalu menunggu hasilnya beberapa hari kemudian,” katanya.

Tak cuma itu, IDI juga merekomendasikan pemerintah agar menambah rumah sakit rujukan. Penanganan covid-19 harusnya tak hanya libatkan rumah sakit pemerintah, tapi juga rumah sakit swasta.

Saat ini di Jakarta hanya ada tiga rumah sakit rujukan untuk covid-19, antara lain RS tersebut, yakni RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RSPAD Gatot Soebroto.

Sebelumnya juru bicara pemerintah untuk covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, ada 5 rumah sakit ditambahkan sebagai rujukan infeksi corona. Lima rumah sakit itu adalah RSUD Pasar Minggu, RS Polri Sukanto, RSUP Fatmawati, RS TNI AL Mintohardjo dan RSUD Tangerang.

PB IDI juga berpesan kepada masyarakat, terutama warga negara Indonesia yang baru kembali dari negara terjangkit untuk segera ke dokter, jika menderita demam, gangguan saluran nafas dan gejala lainnya. “Beritahu dokter tentang riwayat perjalanan agar bisa diambil tindakan selanjutnya,” kata Daeng.

Ditambahkan, penggunaan masker penutup mulut dan hidung hanya digunakan untuk mereka yang sakit. Orang yang sehat tidak dianjurkan untuk membeli masker secara berlebihan. (Tri Wahyuni)