ILUNI UI dan Menkes Bantu Proses Evakuasi Dokter Korban Kecelakaan di Babel

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Didit Ratam bersama Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi G. Sadikin turut membantu proses evakuasi seorang dokter internship bernama dr. Afifah yang menjadi korban kecelakaan di Bangka Belitung, Selasa (10/1/2023).

Proses evakuasi dari Bangka Belitung ke rumah sakit di Jakarta terjadi akibat peralatan medis kurang memadai untuk dapat melakukan tindakan operasi dan perawatan dr. Afifah.

Dalam keterangan tertulisnya, Didit mengatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepeduliaan sosial dari ILUNI UI terhadap tenaga kesehatan yang mengalami musibah kecelakaan.

“Tenaga kesehatan seperti dr. Afifah yang saat ini tengah mengabdi tentu merupakan sosok yang berjasa besar dan sangat dibutuhkan warga Babel. Untuk itu ILUNI UI pun tergerak untuk bisa memberikan bantuan,” jelas Didit.

Dia menambahkan, sosok dr. Afifah juga merupakan anak dari alumni UI sehingga menjadi bentuk dukungan ILUNI UI kepada anggotanya.

Setelah mendengar kabar kondisi dr. Afifah, Didit segera berkoordinasi secara intens dengan Pj. Gubernur Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin. Bersamaan dengan itu, Menkes Budi yang tengah umroh juga berkenan menerima permohonan bantuan dan ikut melibatkan Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha.

Hasilnya, Kemenkes pun menyediakan layanan air ambulance untuk membawa dr. Afifah dari Bangka Belitung ke Jakarta pada Selasa, (10/11) langsung menuju RS Eka Hospital.

“Kami berterima kasih kepada Pak Menkes dan Pak Sekjen Kemenkes, Pak Pj. Gubernur Babel serta dukungan berbagai pihak yang membantu proses evakuasi sehingga dr. Afifah kini dapat ditangani dengan baik,” ungkapnya.

Diketahui dr. Afifah mengalami musibah kecelakaan tunggal dalam sebuah ambulans RS yang terjadi pada Rabu (3/1/2023) di Bangka Belitung.

Akibat kecelakaan tersebut, dr. Afifah mengalami fraktur compresi vetebra lumbal 1 disertai keluhan nyeri dan penurunan motoril 1 digit dari normal. Kondisi ini mengharuskan dr. Afifah untuk menerima pertolongan operatif. (Pramuji)