Indofood Kembali Gelar IRN 2020, Dukung Kemandirian Pangan

0
Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Axton Salim. (suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): PT Indofood Sukses Makmur memutuskan untuk tetap menggelar program Indofood Riset Nugraha (IRN), di tengah masa pandemi corona virus disease (covid-19). Karena, aktivitas seperti penelitian untuk skripsi di laboratorium, studio dan lainnya boleh dilakukan dalam kampus, asalkan menjalankan protokol kesehatan.

“Program IRN ini tak boleh berhenti, karena banyak mahasiswa akhir butuh dana untuk penelitiannya. Riset pangan lokal itu dibutuhkan untuk mendukung kemandirian pangan nasional,” kata Direktur PT Indofood Sukses Makmur, Axton Salim dalam peluncuran IRN 2020 secara live streaming di media sosial, Sabtu (27/6/20).

Hadir sebagai narasumber dalam acara yang disaksikan lebih dari 2 ribu mahasiswa itu, yaitu Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Ketua Panelis IRN, Prof Purwiyatno Hariyadi dan Guru Besar Unversitas Lampung, Prof Bustanul Arifin.

Sebagai informasi, IRN adalah kompetisi untuk mahasiswa S1 tingkat akhir di semua jurusan guna mendapat bantuan dana riset. Tak hanya dana, peserta IRN yang terpilih akan mendapat bimbingan langsung dari Dewan Pakar IRN tentang riset yang berkualitas.

Lewat perpaduan kreativitas milenial dan bimbingan dari para pakar, Anton berharap akan lahir banyak riset yang aplikatif, mudah dan menjadi solusi bagi masyarakat. Apalagi program IRN terus mendorong penelitian pangan berbasis kearifan lokal di Indonesia.

“Pangan lokal Indonesia sangatlah beragam dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan,” ujarnya.

Namun, lanjut Axton, diperlukan inovasi dari berbagai sisi baik teknologi, nilai gizi, pengembangan sistem, kreativitas kemasan, marketing hingga sistem distribusinya. “Pada akhirnya, riset pangan yang unggul dapat mendukung kemandirian pangan nasional,” ucapnya.

Ketua Panelis IRN, Prof Purwiyatno Hariyadi menyebutkan, objek penelitian mahasiswa sangat beragam. Yang jelas, objek itu harus bersumber daya pangan lokal, baik dari darat maupun lautan, aneka pangan sumber karbohidrat (seperti serelia jagung, sorgum, gandum, aneka umbi dan lain-lain), kelapa dan kelapa sawit, rempah-rempah, hasil ternak, hasil laut dan perikanan serta produk pangan lokal unggul lainnya.

“Bidang penelitiannya meliputi produksi (agro teknologi), teknologi (pasca panen dan pengolahan), kesehatan dan gizi masyarakat, serta bidang sosial ekonomi dan budaya,” katanya.

Untuk mendapat dana penelitian, lanjut Prof Purwiyatno, mahasiswa hanya perlu mendaftarkan proposal penelitian melalui website www.indofoodrisetnugraha.com atau mengirim email ke indofoodrisetnugraha@indofood.co.id mulai 27 Juni hingga 30 Juli 2020.

“Syarat lainnya adalah penelitian paling lama 1 tahun. Mahasiswa harus melampirkan data riwayat hidup dan dosen pembimbingnya. Penelitian bisa dilakukan di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Ditambahkan, seluruh proposal akan diseleksi baik administratif maupun seleksi substantif penelitian. Di akhir program, panitia akan memilih tiga peneliti terbaik akan mendapatkan special appreciation dari Indofood.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2006 lalu, lanjut Prof Purwiyatno, Program IRN telah menerima sekitar 5.000 proposal dan mendanai lebih dari 800 penelitian mahasiswa. Diharapkan, Program IRN dapat mendorong minat generasi milenial untuk bergelut di bidang riset.

“Semakin banyak riset unggul yang dihasilkan mahasiswa maka kualitas sumber daya manusia kita akan meningkat. Termasuk daya saing baik. Hasil penelitian juga bisa dimanfaatkam untuk mendukung kemandirian pangan di Tanah Air,” ucapnya menandaskan. (Tri Wahyuni)