Indonesia akan Belajar Pengelolaan PAUD dari Perancis

0

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Indonesia akan belajar soal pendidikan anak usia dini (PAUD) dari Perancis. Di negara tersebut, pendidikan pra sekolah dasar atau PAUD adalah wajib bagi setiap anak usia 3 tahun.

“Jadi pendidikan formal di Perancis itu dimulai sejak 3 tahun. Sifatnya wajib dan diatur dalam Undang-Undang,” kata Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Didik Suhardi usai membuka Indonesia-France Joint Working Group (JWG) on Education, di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Kendati dimulai usia 3 tahun, lanjut Didik, siswa tidak diperkenalkan dengan kegiatan membaca, menulis dan berhitung (calistung) sama seperti di Indonesia. Calistung baru diajarkan ke siswa saat usia 6 tahun keatas.

“Yang membedakan adalah PAUD di Perancis itu sifatnya wajib untuk anak usia 3 tahun. Sementara PAUD dan pendidikan di taman kanak-kanak (TK) di Indonesia sifatnya pilihan,” ujarnya.

Atas dasar itu, lanjut Didik, Indonesia ingin belajar dari Perancis terkait pengelolaan pendidikan anak usia dininya. Hal itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul di masa depan.

Disebutkan, kerja sama Indonesia-Perancis sebenarnya mencakup tiga sektor pendidikan yaitu PAUD, pendidikan vokasi dan kolaborasi dalam pengajaran bahasa Indonesia di Perancis maupun sebaliknya.

“Agar program ini bisa berjalan, kami membentuk joint working group. Hasilnya, sebuah peta kerja sama yang potensial untuk diimplementasikan sesuai dengan prioritas kedua negara berdasarkan azas resiprokal,” tuturnya.

Sebelumnya kerja sama Indonesia dengan Perancis dalam bidang teknologi. Kedua pihak sepakat membuat training center bidang otomasi terkait pendidikan vokasi (kejuruan). Hal itu termasuk ahli teknologi, pelatihan bagi guru dan siswa dan pertukaran pelajar dan guru antar dua negara.

Soal kerja sama bahasa, Didik Suhardi menambahkan, hal itu sudah dilakukan lewat program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Tahun ini ada 4 guru Indonesia dikirim ke Perancis untuk mengajar di 4 perguruan tinggi yang memiliki program studi bahasa Indonesia.

“Hal serupa akan dilakukan di Indonesia, mengirim guru bahasa Perancis ke sejumlah kampus yang memiliki prodi bahasa Perancis. Kerja sama ini bagian dari memasarkan bahasa Indonesia ke dunia,” ujar Didik menandaskan.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pendidikan Republik Perancis, Herve Tilly menyatakan, kerja sama layanan dalam pendidikan prasekolah dasar merupakan sektor potensial. Layanan itu sudah diwajibkan di Perancis, sebagai persiapan mendasar bagi generasi penerus.

“Prasekolah dasar atau PAUD diwajibkan bagi anak usia tiga tahun di Perancis sebagai persiapan untuk pengetahuan dasar, yaitu membaca, menulis dan berhitung serta sikap yang menghargai sesama manusia,” ucap HervĂ©.

Ditambahkan, kewajiban bagi anak mengikuti pra sekolah dasar sejak 3 tahun telah diatur dalam perundangan-undangan. Hanya sekitar 3 persen anak di Perancis yang tidak memenuhi aturan itu, karena tingkah orangtua yang tak peduli terhadap pendidikan anaknya.

“Pendidikan di Perancis tidak dipungut biaya alias gratis, mulai dari pra sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Jadi tak ada alasan bagi orangtua, kecuali ia abai atas pendidikan anaknya,” tuturnya. (Tri Wahyuni)