Indonesia Optimis Bisa Merajai Pasar Tuna Dunia

0
KONFERENSI TUNA INTERNASIONAL - Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulficar Mochtar bersama narasumber dari berbagai negara dalam acara Bali Tuna Conference (BTC-3) yang dilanjutkan dengan pertemuan 6th International Coastal Tuna Business Forum (ICTBF-6) di Bali, Jumat (1/6). (Foto: Humas Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, KKP/Lukman)

BALI (Suara Karya): Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan optimismenya, bahwa Indonesia bisa merajai pasar tuna internasional. Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, KKP M Zulficar Mochtar dalam acara Bali Tuna Conference (BTC-3) di Bali, Jumat (1/6).

Menurut Zulficar, optimisme itu tidak berlebihan mengingat Indonesia merupakan negara penghasil tuna terbesar di dunia.

Dari data resmi FAO melalui SOFIA pada tahun 2016 terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia.

Di tahun yang sama, Indonesia berhasil memasok lebih dari 16 persen total produksi dunia dengan rata-rata produksi tuna, cakalang dan tongkol Indonesia mencapai lebih dari 1,2 juta ton per tahun. Sedangkan volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai 659,99 juta dolar AS pada 2017.

Adapun lanjut Zulficar, jenis tuna yang diproduksi di perairan Indonesia-pun beragam seperti, tuna mata besar (bigeye tuna), madidihang (yellowfin tuna), albakora (albacore), cakalang (skipjack tuna) dan tuna sirip biru selatan (southern bluefin tuna).

Menurutnya, dengan harga terjangkau ikan tuna memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk mengatasi permasalahan gizi buruk yang masih banyak terjadi di Indonesia. Selain protein yang tinggi, tuna juga mengandung vitamin A, D, B6, B12 dan kaya akan mineral.

Ikan tuna juga kaya akan omega 3 lebih tinggi daripada daging ayam dan sapi yang bermanfaat menjaga kolesterol dan jantung. (Bayu Legianto)