Industri Perbankan Nasional Perlu Penguatan Modal

0
OJK (Ist)

JAKARTA (Suara Karya): Industri perbankan nasional perlu penguatan modal agar semakin kompetitif dalam menghadapi era suku bunga tinggi saat ini.

“OJK mendukung dilakukannya konsolidasi perbankan dalam rangka penguatan modal perbankan tersebut,” kata Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Slamet Edy Poernomo.

menurut Edy, konsolidasi perbankan dapat dilakukan dengan merjer ataupun akuisisi. Dalam setahun terakhir, OJK sendiri sudah melakukan penilaian (assesment) terhadap kondisi masing-masing bank, apakah perlu dilakukan konsolidasi atau tidak.

Dalam perkembangan dewasa ini, pihaknya mendorong atau mengarahkan agar bank-bank itu saling memperkuat. “Kita kan mengarahkan, kita tidak mungkin mengurangi jumlah bank, tapi kalau ada yang mau merjer, kita dorong,” tandasnya.

Slamet melanjutkan, konsolidasi perbankan juga dapat memudahkan tugas OJK dalam mengatur dan mengawasi industri perbankan, didukung dengan teknologi yang semakin berkembang.

“Kan kontrolnya jadi lebih enak. Jadi yang kita awasi yang bank gedenya saja, karena bank kecilnya uda termasuk di dalamnya. Jadi isunya ke depan, dengan konsolidasi semakin ada penguatan modal, itu bisa dengan merjer, bisa dengan akuisisi,” kata Slamet.

Sementara, ekonom senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero mengatakan, penguatan permodalan menjadi suatu keniscayaan dalam situasi ini jika mau belajar dari krisis 1998.

“Apakah bentuknya merjer, akuisisi, atau menambah modal melalui pasar modal, itu pilihan,” kata Poltak.

Terkait sumber permodalan, ujar Poltak tidak perlu dipermasalahan apakah modal dalam negeri atau modal asing. “Mereka sangat diperlukan. Mau kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus,” ujar Poltak. (Indra)