Innovation Heroes 2023 Munculkan 15 Inovator Baru

0

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia Forum bersama Corporate Innovation Asia (CIAS) menggelar Innovation Heroes 2023. Kegiatan ini untuk memunculkan inovator-inovator Indonesia yang berkualitas dan tangguh, serta memberikan hasil inovasinya buat kemaslahatan rakyat.

CEO dan Co-founder CIAS Indrawan Nugroho mengungkapkan, penyelenggaraan Innovation Heroes berawal dari dasar keprihatinan lembaganya yang melihat Indonesia menempati posisi ke-75 dalan Indeks Inovasi Global tahun ini (Global Innovation Index 2022).

Walaupun ada peningkatan dari tahun sebelumnya kata dia (urutan 87 di 2021), posisi Indonesia masih jauh dibawah Malaysia (urutan 36), Thailand (urutan 43), bahkan Vietnam (urutan 48).

“Padahal kami meyakini bahwa Indonesia memiliki talenta-talenta inovator yang tak kalah hebat. Hanya saja mereka tidak terlihat, mereka tenggelam dalam kerumunan,” kata Indrawan di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Oleh sebab itu, melalui ajang penghargaan Innovation Heroes ini kami berharap untuk dapat mengangkat para talenta inovator bangsa ke permukaan. Tujuannya, selain memberikan apresiasi dan pengakuan pada mereka, Indrawan berharap ajang ini juga akan menginspirasi putra-putri bangsa lainnya untuk turut melakukan inovasi dalam rangka menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa, khususnya terkait 17 tema SDG.

“Inovasi adalah sebuah upaya untuk memecahkan masalah dengan cara yang baru atau berbeda,” ujarnya.

Dia menambahkan, ketika solusi yang dihadirkan terbukti mampu menyelesaikan masalah hingga kemudian diadopsi oleh banyak orang, maka dia telah melakukan inovasi.

Prof. Bambang Brodjonegoro, Ketua Yayasan Indonesia Forum, mengatakan, Innovation Heroes didasarkan pada semangat inklusivitas. Karena inovasi bukan hanya milik mereka yang ada di kampus, laboratorium, atau tim riset dan pengembangan.

Dikatakannya, siapapun kita – apapun latar belakangnya, apapun profesinya, dimanapun hidup dan bekerjanya – selama memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari solusi negeri ini, bisa berinovasi.

Menurutnya, inklusivitas ini tercermin dari ratusan kandidat yang dinominasikan atau menominasikan diri. Mereka berasal dari berbagai latar belakang pendidikan.

Dari mahasiswa hingga profesor. Dari ibu rumah tangga hingga pimpinan perusahaan besar. Dari aktivis sosial hingga pengusaha sukses. Para nominator ini lalu diseleksi secara ketat dan bertahap sesuai kriteria yang telah ditentukan.

Mereka mengirimkan informasi detail tentang inovasi yang telah dilakukan, baik berupa tulisan maupun video. Bagi yang terpilih, kami kemudian melakukan cross-check dan validasi.

“Di akhir proses kami memutuskan untuk menetapkan 15 nominator penerima penghargaan Innovation Heroes 2023,” kata Bambang.

Dia menjelaskan, adapun kriteria atau ukuran yang digunakan untuk menyeleksi kandidat adalah sebagai berikut: tingkat urgensi dari masalah yang dipilih, ketepatan solusi yang dijalankan, tingkat inovativitas dari solusinya, serta keberlanjutan dan skalabilitas inovasinya.

Selain itu tentu saja kami mensyaratkan bahwa inovasi yang diajukan telah terbukti memberikan dampak positif di bidangnya masing-masing dan berhubungan dengan minimal salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Ketujuhbelas tujuan itu adalah: (1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6)

Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (Bayu)