Insiden di KP, Menko PMK Minta Pengelola Awasi Wahana Permainannya!

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan keprihatinannya atas insiden di wahana perosotan kolam renang Kenjeran Park (KP), Surabaya. Ada 16 anak mengalami luka-luka atas insiden tersebut.

Keprihatinan tersebut disampaikan saat membesuk 16 korban luka akibat terjatuh dari wahana perosotan kolam renang Kenjeran Park, di Rumah Sakit (RS) Soewandhi dan RS Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (8/5/22).

“Insiden semacam ini tak boleh terjadi lagi di tempat rekreasi lain. Karena, kami minta pada para pengelola untuk lebih memperhatikan kondisi fasilitas permainan, terutama yang memiliki risiko tinggi kecelakaan,” ujar Muhadjir.

Ia juga meminta petugas tempat rekreasi untuk ikut mengawasi anak-anak yang menaiki wahana permainan. Jangan sampai, penggunaannya melampaui prosedur yang seharusnya. Apalagi, wahana yang berisiko tinggi terjadi kecelakaan.

Data yang diperoleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat ada 16 korban dari musibah ambrolnya perosotan kolam renang di Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (7/5/22) siang. Ke-16 korban tersebut, sebagian besar adalah anak-anak.

Korban dirawat di dua lokasi, yakni di di RS Soewandhi dan RS Soetomo, Surabaya, Jawa Timur. Menko PMK Muhadjir Effendy berkesempatan membesuk para korban di 2 lokasi tersebut.

Di RS Soewandhi, Menko PMK melihat, para korban yang dirawat dalam kondisi mengalami luka yang tidak begitu parah. Sedangkan, di RS Soetomo, dia membesuk korban yang dalam kondisi yang cukup berat.

Muhadjir mengemukakan, para korban telah mendapat penanganan dari dokter-dokter yang profesional. Ia mendoakan anak-anak agar segera sehat dan pulih kembali

Muhadjir dalam kesempatan itu didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, dan Kapolres Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusef Gunawan. (Tri Wahyuni)