Isu Erick Thohir Jadi Calon Menteri BUMN Tuai Penolakan

0

JAKARTA (Suara Karya): Sejumlah kalangan meminta presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi) tidak memilih Bos Mahaka Group, Erick Thohir sebagai calon menteri di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain rekam jejak erick yang tidak baik, mereka menilai menteri yang berasal dari pengusaha rentan dengan konflik kepentingan pribadi dan golongan.

Demikian dikatakan pengamat ekonomi dan politik, Salamudin Daeng dan Direktur Ekskutif Core Indonesia, Muhammad Faisal kepada wartawan di Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Diketahui, Jokowi memastikan susunan Kabinet Kerja jilid II telah rampung dan akan disampaikan setelah ia dilantik pada Minggu (20/10/2019). Salah satu nama calon menteri Jokowi itu ialah Erick Thohir, yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres lalu. Kabarnya, Erick bakal mengisi jabatan Menteri BUMN.

Menanggapi isu itu, pengamat ekonomi dan politik, Salamudin Daeng menilai calon Menteri BUMN harus memiliki rekam jejak yang bersih. Artinya tidak memiliki catatan masalah seperti kasus korupsi.

Daeng juga meminta agar kandidat tersebut harus bebas dari konflik kepentingan pribadi. Sebab jabatan itu sangat strategis yakni mengelola ratusan perusahaan plat merah.

“Harus melepas kepentingan bisnisnya. Menteri BUMN harus punya visi sesuai amanat pasal 33 UUD 1945,” katanya.

Senada dengan Daeng, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Muhamad Faisal mengungkapkan jika posisi Menteri BUMN berasal dari kalangan pengusaha dikhawatirkan, mereka akan memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi atau bisnis yang dijalankan.

Seperti diketahui, Erick merupakan kalangan pengusaha yang memiliki jaringan bisnis yang begitu luas. Mulai dari bisnis media hingga batu bara.

“Ini akan menuntut Erick untuk memilah antara kepentingan bisnis pribadinya dengan perusahaan BUMN. Jadi sangat rentan (konflik kepentingan pribadi) menurut saya,” ujarnya.

Faisal pun berharap agar posisi Menteri BUMN dapat diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas yang tinggi. Karena akan banyak kepentingan politik di dalam BUMN. (Bobby MZ)