ITS Raih Gelar Juara Umum Kontes Robot Indonesia 2020

0
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil meraih predikat juara umum dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020 yang digelar Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perhelatan tersebut diselenggarakan secara daring dari Bandung, Jawa Barat pada 16-22 November 2020.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam pidato penutupannya mengatakan, teknologi robotika merupakan bagian dari majunya peradaban manusia. Karena itu, perhelatan semacam itu penting dibuat sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan dan kreativitasnya.

“Kami berharap inovasi mahasiswa dapat menyelesaikan masalah yang terjadi di masyarakat dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Nadiem seraya meminta pada mahasiswa untuk tidak mudah puas agar karya yang dihasilkan dapat terus berkembang di masa depan.

Karena Nadiem meyakini, perkembangan robot nantinya akan membantu manusia dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Ia menyebut salah kategori dalam KRI yaitu kontes robot seni tari Indonesia. “Tak terbayangkan sebelumnya kalau robot juga bisa berkontribusi dalam pelestarian kebudayaan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Kampus ITB Widjaja Martokusumo me mengungkapkan penyelenggaran KRI tahun ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) sebagai sebagai implementasi visi Indonesia Maju.

“Munculnya berbagai produk robotika menunjukkan perubahan yang signifikan pada mahasiswa menuju pribadi yang fleksibel dan adaptif dalam mengikuti perkembangan teknologi dan informasi yang begitu cepat,” ujarnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi menyampaikan ajang KRI 2020 dirancang agar mahasiswa tetap bisa inovatif dan kreatif, meski di masa pandemi.

“Kami memberi apresiasi kepada ITB yang kerja keras demi terselenggaranya KRI 2020 secara daring. Terima kasih juga kepada para juri dan kontestan KRI yang secara serius dan bersemangat dalam mengikuti kompetensi ini,” ucapnya.

Dijelaskan, KRI 2020 diikuti 150 tim dari 68 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kontes mempertandingkan enam divisi, yaitu Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid, Kontes Robot Seni Tari Indonesia, Kontes Robot Tematik Indonesia dan Kontes Robot Abu Indonesia.

Pada Kontes Robot Pemadam Api Indonesia, terpilih sebagai juara pertama dan desain terbaik oleh Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), juara kedua Universitas Semarang, juara ketiga Universitas Jember dan juara harapan serta strategi terbaik diraih Universitas Muhammadiyah Malang.

Sementara itu, juara pertama dan desain terbaik untuk Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Beroda diraih ITS, juara kedua serta strategi terbaik diraih PENS, juara ketiga diraih Universitas Negeri Yogyakarta dan juara harapan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

Pada Kontes Robot Sepak Bola Indonesia Humanoid kategori lari juara pertama diraih Politeknik Negeri Batam, juara kedua Universitas Teknokrat Indonesia, juara ketiga diraih ITS dan juara harapan diraih PENS.

Kategori lomba mengiring bola, terpilih sebagai juara pertama adalah PENS, juara kedua oleh ITS, juara ketiga diraih Universitas Teknokrat Indonesia serta juara harapan diraih Politeknik Negeri Batam.

Selanjutnya, kategori lomba kerja sama robot sebagai juara pertama diraih Politeknik Negeri Batam, juara kedua oleh ITS.dan juara ketiga diraih Universitas Ahmad Dahlan.

Pada Kontes Robot Seni Tari Indonesia terpilih sebagai juara pertama, desain dan artistik terbaik adalah PENS, juara kedua oleh ITS, juara ketiga diraih Universitas Gadjah Mada dan juara harapan diraih Universitas Ahmad Dahlan.

Pada Kontes Robot Tematik Indonesia, terpilih sebagai juara untuk kriteria praktis dan aman oleh ITS, juara untuk kriteria gerakan pasien minimal diraih Politeknik Negeri Jember dan juara untuk kriteria mekanisme kompak diraih Universitas Indonesia.

Pada Kontes Robot Abu Indonesia juara pertama dan strategi terbaik diraih ITS, juara kedua dan desain terbaik diraih Universitas Jember, juara ketiga diraih Universitas Negeri Yogyakarta dan juara harapan diraih Politeknik Negeri Malang. (Tri Wahyuni)