Jadi Inkubator Bisnis, StartUP Campus Ajak Generasi Muda Bergabung!

0

JAKARTA (Suara Karya): Achmad Zaky Foundation bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengembangkan wadah inkubator bisnis rintisan nasional di dunia pendidikan. Program StartUP Campus 2021 itu diharapkan dapat memaksimalkan potensi diri generasi muda Indonesia.

“Program ini dikembangkan bersama Kemdikbudristek, karena menjadi bagian dari implementasi Program Kampus Merdeka,” kata Pembina Achmad Zaky Foundation, Achmad Zaky dalam keterangan pers dan talkshow bertajuk “Ciptakan Indonesia Unggul lewat Generasi Inovator Digital” secara virtual, Selasa, (29/6/21).

Achmad Zaky memaknai pendirian StartUP Campus sebagai momen untuk memberi kesempatan kepada generasi muda Indonesia mendapat ilmu dan keterampilan secara langsung di dunia startUp. Harapannya, makin banyak keterlibatan mahasiswa dan warga kampus di seluruh Indonesia untuk memiliki daya saing tinggi di bidang teknologi digital.

“Industri digital saat ini bertumbuh dengan cepat di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Melalui StartUP Campus kami ingin mengajak mahasiswa untuk menciptakan inovasi terbaik di bisnis rintisan yang berkualitas,” ujarnya.

Zaky percaya potensi dan talenta generasi muda Indonesia di sektor teknologi dan kreatif yang sangat besar. “Indonesia merupakan salah salah satu negara terbanyak yang melahirkan startup-startup terbaik di dunia,” ucapnya.

Disebutkan, Indonesia menempati peringkat ke 5 dengan jumlah start up terbanyak yaitu sekitar 2.967. Data itu dilansir oleh situs startupranking.com.

Zaky menjelaskan, StartUP Campus memiliki semangat yang sama dengan Kampus Merdeka yang digagas Kemdikbudristek, yaitu memberi kesempatan kepada para akademisi mendapat pengalaman langsung dengan membangun karir dan bisnis di dunia startup.

Zaky juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada sejumlah lembaga yang terlibat dalam program, seperti Kemdikbudristek, Endevour Indonesia, 500 Startups dan berbagai pihak lain.yang memungkinkan program StartUP Campus dapat terwujud.

“Kolaborasi dengan berbagai pihak ini merupakan hal yang sangat positif untuk melahirkan lebih banyak lagi talenta digital yang unggul, berkualitas dan tentunya menghadirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat di bidang teknologi. Kemajuan teknologi Indonesia sangat bergantung pada ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan oleh generasi mudanya,” katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbudristek Nizam mengatakan, StarUP Campus memiliki arti penting bagi mahasiswa untuk membangun entrepreneurship. Kreativitas anak muda Indonesia harus terus diakselerasi agar bertumbuh dari startup entrepreneur hingga menjadi sociopreneur.

“Pemerintah mendukung penuh setiap inisiatif untuk mengembangkan semua potensi yang dimiliki bangsa ini, termasuk melahirkan startup – startup sociopreneur berstandar internasional. Kolaborasi yang ditunjukkan Ahmad Zaky Foundation dan para mitranya merupakan contoh positif bagi anak muda Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Managing Partner of 500 Startups Khailee Ng menyampaikan, StartUP Campus merupakan kesempatan yang luar biasa bagi mahasiswa di Indonesia untuk menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan karya dan inovasi digital.

“Kami ingin program ini dapat mendorong mahasiswa di seluruh Indonesia untuk merintis karir sebagai innovator di dunia start up nasional dengan ide dan inovasi yang orisinil,” ucapnya.

Endeavor Indonesia lewat Managing Director-nya, Wayah Surya Wiroto menjelaskan, Endeavor siap berkolaborasi dengan Achmad Zaky Foundation dalam program StartUP Campus dengan menyediakan para founders dari endeavor entrepreneurs.

“Saat ini di Indonesia, Endeavour memiliki 61 endeavor entrepreneur yang mewakili 47 startup. Di seluruh dunia Endeavour punya kurang lebih 2.200 endeavor entrepreneur dan didukung sekitar 3.000 mentors yang bisa berpartisipasi dalam program StartUP Campus,” katanya.

Wayah berharap, keterlibatan para founders dalam program StartUP Campus akan bisa saling berbagi pengalaan bagaimana mendirikan, menjalankan dan mengembangkan perusahaan startup hingga seperti yang ada saat ini, scaling-up,” ucap Wayah menandaskan.

Direktur Achmad Zaky Foundation, Maryati mengungkapkan StartUP Campus memfasilitasi para mahasiswa untuk dapat pengalaman langsung diluar kampus dengan pelatihan bersertifikasi yang setara dengan 20 SKS.

“Kami memiliki tolak ukur keberhasilan program dengan 15-30 tim on boarded, tingkat penyelesaian 80 persen, nilai evaluasi mentor dan tingkat kepuasan harus mencapai skala 4 dari 5. Kami harap, program ini melahirkan banyak technopreneur yang mampu mengembangkan inovasi berbasis teknologi di masa depan,” ungkapnya.

Sebelum mengikuti pembelajaran Program StartUP Campus, para peserta harus membentuk tim yang terdiri dari minimal 2 orang dengan ide start up yang baik sebagai kriteria penilaian. Pendaftaran StartUp Campus periode kedua dibuka mulai 1 Juli hingga 15 Juli 2021. Peserta akan mengikuti 3 tahap seleksi yakni proses administrasi, penjelasan ide startup dan profil tim, serta wawancara di proses akhir.

Setelah lulus dari proses seleksi, para peserta diberikan pelatihan berbasis daring, bimbingan dan saling berinteraksi dalam mengembangkan sebuah ide dengan para pakar dan expert di dunia start up. Para peserta nanti juga akan difasilitasi dengan konten pembelajaran berkualitas tinggi, mentor dan tenaga pengajar profesional di industri Startup.

“Para mahasiswa yang menjadi peserta StartUP Campus akan mendapat pengalaman secara langsung untuk mengembangkan sebuah prototipe produk atau ide bisnis lewat bimbingan dan pengajaran dari para ahli,” ucap Maryati. (Tri Wahyuni)