Jadi Ruang Komunitas Guru, Zenru Perbanyak Konten Keterampilan

0

JAKARTA (Suara Karya): Platform edukasi teknologi yang dikembangkan Zenius, yaitu Zenru (Zenius untuk Guru) menjadi ruang komunitas guru di Tanah Air. Sejak diluncurkan tahun lalu, pengguna Zenru sudah mencapai lebih dari 200 ribu guru.

“Zenru telah menjadi ruang bagi guru dalam berkreasi dan bertukar pikiran seputar pembelajaran,” kata Chief of Teachers’ Initiative Zenius, Amanda Witdarmono Pandjaitan dalam temu media secara daring guna merayakan Hari Guru Nasional (HGN) ke-27, Kamis (25/11/21).

Amanda menjelaskan, guru saat ini dituntut untuk menjalankan profesinya secara multi peran, lengkap dengan tantangan dan konsekuensinya. Karena selain sebagai pengajar dan pengganti orangtua di sekolah, guru diminta untuk membentuk karakter bagi peserta didik, dan sekaligus panutan.

“Guru itu profesi yang sangat menggunakan hati. Guru tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pengajar, tapi juga mengemban masa depan bangsa Indonesia di tangannya. Itulah kenapa Zenius memberi perhatian lebih pada profesi guru,” ucap Amanda menegaskan.

Apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini, lanjut Amanda, perjuangan guru di komunitas Zenru dalam menjalankan tugasnya. Mereka harus naik gunung atau menyeberang lautan demi mendapat sinyal agar dapat mewujudkan pembelajaran yang berkualitas.

“Perjuangan lain bagi para guru agar tetap memberi stabilitas kepada siswa di tengah jadwal pembelajaran tatap muka yang kerap berubah,” katanya.

Karena itu, Amanda menilai, pendidikan berbasis keterampilan akan menjadi modal belajar yang penting bagi siswa pascapandemi. “Zenius akan memperbanyak konten keterampilan, selain pengetahuan. Dengan demikian, Zenius bersama para guru dapat ambil bagian dalam pemulihan pendidikan pascapandemi,” ucapnya.

Ditambahkan, ZenRu dibuat dalam bentuk aplikasi agar lebih mudah diakses melalui smartphone maupun laptop. Para pendidik dapar mengakses ratusan ribu pustaka konten Zenius dan mengajak siswa belajar dengan mudah.

“Guru juga bisa mengakses layanan Learning Management System (LMS), dimana mereka bisa membuat kelas, memberi latihan soal untuk para siswa sekaligua melakukan penilaian dalam satu langkah. Sistemnya juga terintegrasi dalam Google Classroom,” tutur Amanda.

Fitur-fitur tersebut, menurut Amanda, sangat membantu para guru dalam memantau pembelajaran para siswa dan mengerjakan tugas-tugas administratif. Sehingga guru memiliki waktu yang cukup untuk fokus pada perkembangan siswanya.

“ZenRu juga rutin menyelenggarakan lokakarya baik secara mandiri, maupun kerja sama dengan berbagai dinas pendidikan di Indonesia. Para guru yang tergabung dalam komunitas Zenru dapat berbagi dan bertukar pikiran dalam beberapa platform media sosial,” ujarnya.

Diharapkan, para guru yang tergabung di komunitas ZenRu dapat merasakan hal positif, yang bisa membantunya menjalani aktivitas pembelajaran dalam kelas.

Pada kesempatan yang sama, Zenius juga melakukan perpanjangan kerja sama dengan Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan. Kerja sama yang dimulai sejak 2020 itu akan berlanjut hingga satu tahun kedepan.

“Kerja sama itu bertujuan untuk meningkatkan efektivitas sistem edukasi dan pembelajaran bagi siswa dan guru Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Amanda.

Hadir dalam acara acara bertajuk 1 Tahun Zenru, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi, Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Provinsi Aceh, Al Munzir, yang diwakili Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Aceh, Juanda.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Imran Jausi memberi apresiasi atas layanan yang diberikan Zenius. Hal itu memberi dampak positif terhadap pendidikan di provinsi tersebut dalam satu tahun terakhir ini. Terutama pada peningkatan kompetensi guru.

“Beragam kegiatan dilakukan Zenius untuk peningkatan kompetensi guru dan kualitas pembelajaran di Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Imran.

Kegiatan itu, disebutkan antara lain, ‘try out’ Asesmen Kompetensi Murid (TO AKM) untuk lebih dari 5 ribu guru ribuan siswa. Selain kegiatan ‘try out’ Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk siswa kelas 12 dan gap year di seluruh Provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Aceh, Juanda mengatakan, guru merupakan salah satu elemen penting dalam pembangunan pendidikan di Indonesia. Peran dapat menjadi penentu keberhasilan pendidikan Indonesia di masa depan.

“Jika guru terbuka atas perubahan dan kemajuan teknologi, mereka akan mampu memberi pembelajaran terbaik bagi para siswa. Kami harap kolaborasi dengan Zenius akan mampu mempercepat pemulihan pendidikan pasca pandemi,” katanya. (Tri Wahyuni)