Jadi Sosok Inspiratif, Sriatun: Semua Berkat Program PINTAR!

0

JAKARTA (Suara Karya): Salah satu pejuang pendidikan dari Tanah Grogot Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), Sriatun mengaku bangga menjadi bagian dari Program PINTAR (Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran).

Karena ia belajar banyak pengetahuan terkait inovasi pembelajaran dari modul yang dikembangkan Program PINTAR. Sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan.

Dalam sebuah kesempatan belum lama ini, Sriatun menuturkan, semua bermula saat ia menjabat sebagai Kepala SDN 004 Tanah Grogot, Kabupaten Paser pada 2014 lalu. Baru akan memimpin, sudah dihadapkan tantangan manajerial di sekolahnya.

Sebagai sekolah hasil merger antara SDN 004 dan SDN 016 Tanah Grogot, dalam prosesnya menimbulkan konflik antara guru, siswa dan orangtua.

Sekat konfliktual itu perlahan runtuh ketika Sriatun menjalankan strategi rotasi guru dan murid eks dua sekolah. Meski awalnya ditolak, namun seiring berjalannya waktu, guru dan murid mulai merasakan perubahan.

“Lingkungan yang sebelumnya konfliktual perlahan berubah, hingga menjadi lebih kolaboratif dan kekeluargaan,” kata lulusan S1 Pendidikan Guru SD Universitas Terbuka (UT) dan S2 Manajemen Pendidikan Universitas Mulawarman itu.

Kemampuan Sriatun makin terasah saat bergabung sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) mata pelajaran dalam program PINTAR pada 2018.

Berbagai pengetahuan terkait inovasi pembelajaran kemudian disebarkannya kepada para guru agar bisa diaplikasikan di ruang-ruang kelas. “Hasilnya, murid jadi lebih gemar belajar,” ucapnya.

Tak hanya itu, inovasi pembelajaran yang disebarkan Sriatun berhasil memantik motivasi para guru dan membuka cakrawala pengetahuan. Sehingga guru mampu menjalankan pembelajaran dengan cara-cara kreatif dan inovatif.

Jejak perubahan kualitas para guru itu pun berbuah manis. Sembilan orang guru SDN 004 Tanah Grogot berhasil mendapat promosi menjadi kepala sekolah. Dan Sriatun kini dipercaya menjadi pengawas tingkat kabupaten yang membina sepuluh sekolah.

Sriatun merupakan satu dari 20 pejuang pendidikan dari 4 kabupaten/kota di Kalimantan Timur, yang kisah inspiratifnya dimuat dalam buku berjudul ‘Pijar Pembelajaran, Perjuangan Insan Pendidikan Penyangga Nusantara’.

Selain Sriatun, sosok inspiratif lain yang kisahnya diangkat dalam buku, antara lain Jauhari (Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdikbud Kabupatan Paser), Bambang Tjiptadhi (Kepala SMPN 03 Tanah Grogot), Dewi Markiah (Guru IPA SMPN 03 Tanah Grogot), dan Supriaten (Guru Matematika SMPN 05 Tanah Grogot).

Buku terbitan Tanoto Foundation itu mendapat apresiasi dari Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor. Katanya, membangun Sumber Daya Manusia (SDM) mulia dan berdaya saing merupakan salah satu misi yang diusung Kalimantan Timur.

Pergeseran dari kompetisi menjadi kolaborasi merupakan paradigma baru di era disrupsi. Konsep itu menjadi salah satu strategi pengembangan SDM di Kalimantan Timur yang bakal menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Strategi kolaborasi dengan berbagai pihak penting untuk mencapai misi tersebut. Terlebih, Kalimantan Timur akan mengemban tanggung jawab sebagai lokasi IKN yang baru,” kata Isran Noor.

Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati dalam kesempatan terpisah menambahkan, program PINTAR memiliki misi membantu pemerintah dalam peningkatan kualitas pembelajaran dan kepemimpinan sekolah.

“Melalui program PINTAR, kami tidak hanya memodelkan pembelajaran aktif, tetapi juga mendorong percepatan pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.

Tanoto Foundation merupakan organisasi filantropi independen yang didirikan Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto sejak 1981. Organisasi itu telah bermitra dengan 25 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia.

Pada 2021, Program PINTAR berhasil menjangkau 8.490 guru dan kepala sekolah sebagai model pelaksana pembelajaran aktif bagi lebih dari 198.000 siswa. (Tri Wahyuni)