Jadikan KKK sebagai Rumah Besar Keluarga Perantau Kawanua

0

JAKARTA (Suara Karya): Dualisme kepengurusan yang terjadi di tubuh Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), tak menjadi hambatan dalam menjalankan program positif sebagai upaya mengangkat nama baik Kawanua, khususnya di bidang pelestarian budaya, adat, dan berbagai sumber daya alam yang ada di Tanah Leluhur, Minahasa.

Sebab, kedua kepengurusan organisiasi ini, yakni Ronny Sompie dan Angelica Tengker selaku Ketua Umum, memiliki keinginan yang sama dalam upaya membuat langkah positif untuk nama besar Kawanua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

KKK, merupakan wadah berkumpulnya masyarakat asal Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, yang tersebar di luar tanah leluhur, Nyiur Melambai.

KKK didirikan 46 tahun silam oleh sejumlah tokoh asal Tondano, tepatnya pada 21 Mei 1973 di Jakarta. Sayangnya, kepengurusan organisasi besar masyarakat Kawanua ini terbelah menjadi dua.

KKK di bawah kepemimpinan Ronny Sompie memiliki azas legalitas dan disahkan Kementerian Hukum dan HAM RI. Melalui Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA), Ronnie Sompie menjabat Ketua Umum KKK sebagai estafet dari Jimmy Tampie.

Sementara, KKK yang dipimpin oleh Angelica Tengker, memiliki Surat Keterangan Terdaftar di Kementerian Dalam Negeri CQ. Kesbangpol, bahkan telah dilengkapi dengan Hak Paten Kepemilikan Logo dan nama KKK yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum & HAM RI.

Kepemimpinan Angelica Tengker, merupakan estafet kepemimpinan dari Benny Mamoto, melalui Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA). Angelica Tengker dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum KKK terus melakukan berbagai program kerja dan kegiatan yang sama dibidang keagamaan, budaya dan kesenian.

Meski demikian, baik Ronnie Sompie maupun Angelica Tengker, sama-sama mengusung berbagai program yang selalu mengangkat nama baik Kawanua, khusunya dibidang pelestarian budaya, adat dan berbagai sumber daya alam yang ada di Tanah Leluhur, Minahasa.

Di tengah kesibukannya sebagai Dirjen Imigrasi, dan berlatar belakang sebagai mantan Perwira Tinggi Polri, Peran Ronnie Sompie sangat berpengaruh dan jelas dalam memberikan sumbangsihnya dalam menjalankan roda organisasi.

Ronnie Sompie dinilai berhasil menjadikan organisasi ini semakin dikenal melalui berbagai kegiatan keagamaan, kebudayaan, dan atau lainnya.

Misalnya, dalam perayaan Natal, Tahun Baru dan Kunci Taon serta Paskah, kehadiran warga Kawanua sangat antusias sebagai ajang baku dapa dari berbagai pelosok yang tersebar di seantero jagad raya. Demikian juga dengan program-program budaya dan kesenian khas Minahasa, semakin terangkat dan dikenal oleh masyarakat luas.

Kehadiran secara bersamaan dua kepengurusan KKK dalam acara Paskah Bersama pada awal Mei lalu, mendapatkan apresiasi positif. Pasalnya, pertemuan mereka diharapkan bisa mempercepat proses KKK sebagai rumah bersama warga Sulawesi Utara.

“Langkah ini positif dan mulai menemui titik terang. Namun, pendekatan organisasi dalam mewujudkan KKK sebagai rumah bersama tentunya sangat berpulang kepada para pengurus di kedua organisasi tersebut,” kata salah seorang putra Kawanua, Jerry Massie, melalui keterangan tertulis, Sabtu (25/5/2019).

Jerry yang juga pengamat politik dan kebijakan publik itu menyampaikan, KKK merupakan wadah berkumpulnya masyarakat asal Sulawesi Utara, khususnya Minahasa, yang tersebar di luar tanah leluhur Nyiur Melambai. KKK didirikan 46 tahun silam di Jakarta oleh beberapa tokoh asal Tondano, tepatnya pada 21 Mei 1973.

“Sayangnya, kepengurusan organisasi besar masyarakat Kawanua ini beberapa tahun terakhir terbelah menjadi dua,” ungkap Jerry. (Gan)