Jaga Kebersihan Lingkungan, IKPP Serang Gandeng Bank Sampah Digital

0

JAKARTA (Suara Karya): Mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi sampah di Kabupaten Serang, unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, yaitu PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP)-Serang Mills menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Digital (BSD).

Penandatanganan Kemitraan Pengelolaan Bank Sampah itu dilakukan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Banten, Kamis (1/12/22).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang, Prauri menuturkan, upaya pengurangan sampah menjadi penting karena saat ini volume sampah di kabupaten Serang mencapai 800 sampai 1.000 ton dalam sehari. Sedangkan sampah yang baru tertangani hanya 300 ton sehari.

“Kami memberi apresiasi kerja sama yang dilakukan PT IKPP Serang dengan Bank Sampah Digital. Kerjasama itu semoga dapat meminimalisir sampah di Kabupaten Serang,” ujar Prauri.

Humas IKPP Serang, Dani Kusumah mengatakan, kegiatan pengelolaan sampah rumah tangga jika dikelola dengan baik sebenarnya membedi nilai ekonomi yang lumayan. Seperti jenis sampah kertas yang ternyata laku dijual ke perusahaan sebagai bahan baku industri.

“Kami dukung pemerintah dalam mengkampanyekan program bank sampah ke sekolah-sekolah dan masyarakat terutama sampah jenis kertas,” ucap Dani Kusumah

Sementara itu CEO Bank Sampah Digital, Desty Eka Putri Sari mengatakan, kerja sama Bank Sampah Digital dengan cara menjual langsung sampah Kertas Daur Ulang (KDU) seperti kardus maupun kertas ke PT Indah Kiat.

“Kami dapat fasilitas kendaraan untuk pengangkutan sampah ke PT IKPP. Sehingga kegiatan ini memiliki nilai ekonomis. Perlu upaya kolaboratif dalam menjaga lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan,” ujar Desty.

Desty mengaku, Bank Sampah Digital sejauh ini baru dapat menyetor sampah jenis kertas atau kardus sekitar 3 sampai 5 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan PT IKPP Serang untuk memenuhi bahan baku waste paper sekitar m 4 ribu ton per hari.

“Skala bank sampah saat ini masih pemilihan sampah di rumah, beda dengan suplier. Tapi ini menjadi tantangan bagi kami, untuk meningkatkan volume karena akses sudah dibuka oleh PT IKPP Serang,” kata Desty menandaskan. (Tri Wahyuni)