Jajaran Pengurus Olahraga Harapkan, Hidayat Humaid Pimpin KONI DKI Jakarta Periode 2022 – 2026

0

JAKARTA (Suara Karya) : Mendapat dukungan yang melimpah dari Pengprov Cabang Olahraga tampaknya tidak berlebihan yang dialami Hidayat Humaid saat mendaftarkan diri sebagai calon Ketua KONI Jakarta periode 2022 – 2026.

Pasalnya, dalam dunia olahraga pengalaman yang dimiliki Dosen Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu sudah tidak perlu diragukan lagi untuk memimpin
dunia olahraga di Ibukota Jakarta.

“Selain pernah menjadi atlet, pelatih dan pengurus olahraga, kini menjadi technokrat olahraga yang memberikan ilmu keolahragaan sebagai Dosen Pasca Sarjana di UNJ. Hal itu pula yang membuat kami tidak ragu memilih dan mendukung Hidayat Humaid menjadi Ketua KONI Jakarta periode 2022 – 2026,”tegas Sekjen Pengpro Wushu DKI Jakarta, Herman Wijaya di Jakarta, kemarin.

Herman mengatakan, sebagai technokrat olahraga Hidayat Humaid sudah mengetahui bagaimana cara memajukan prestasi atlet menuju pentas nasional dan internasional, baik cabang Wushu dan lainnya.

Melalui perhitungan itu pula katanya, ratusan pengurus dan tokoh olahraga Jakarta mendampingi Hidayat Humaid mengantar surat pendaftaran ke Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI DKI Jakarta, Jumat (11/2/2022).

Dengan hadirnya para pengurus olahraga di Jakarta itulah kata Herman Wijaya membuktikan bahwa Hidayat Humaid dikenal dan dekat dengan jajaran Pengprov DKI Jakarta. “Saya berharap, Hidayat Humaid terpilih jadi Ketua DKI Jakarta dan membawa suasana baru meningkatkan pamor olahraga di Ibukota mampu meraih kembali jaman keemasan di PON 2024 di Aceh dan Sumut. Begitu juga dipentas olahraga internasional,”kata Herman Wijaya.

Ketika ditanya apa harapan bagi cabang Wushu sendiri? Herman mengatakan, sama dengan cabang lainnya yaitu berusaha meningkatkan prestasi atlet DKI Jakarta kepentas nasional dan internasional.

“Upaya memenuhi semua itu, terobosan menggunakan pelatih yang handal sangat diperlukan. Bila perlu pelatih yang akan menangani atlet Jakarta harus mengikuti seleksi dulu. Dengan pelatih yang handal, tidak menutup kemungkinan peningkatan prestasi atlet akan tercapai sesuai harapan pengurus dan masyarakat olahraga Jakarta,”paparnya. (Warso)