Jakarta Canangkan Kota Bebas Tuberkolosis

0
Anies Baswedan. (Foto: tribunjakarta.com/Yanuar Nurcholis Madjid)

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penggalangan, komitmen bersama para pemangku kepentingan, baik dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta maupun lembaga internasional untuk menguatkan cakupan guna mewujudkan kota bebas Tuberkulosis (TBC).

“Ini langkah konkret menuju Jakarta bebas TBC,” kata Anies usai penggalangan Komitmen Bersama Melalui Rencana Aksi Daerah Menuju Jakarta Bebas Tuberkulosis dan Pemenuhan Hak Sehat Anak Melalui Imunisasi di Balai Agung, Balaikota Jakarta, Senin (14/5).

Dia menegaskan sebagai provinsi yang pertama menandatangani komitmen bersama kota bebas TBC, maka konsekuensinya Jakarta harus menjadi yang pertama pula mewujudkan komitmen tersebut.

“Ini adalah penandatanganan yang pertama di Indonesia, konsekuensinya kita (Jakarta) harus yang pertama bebas dari TBC,” kata Anies.

Menurutnya Jakarta masih memiliki potensi penyebaran TBC sehingga imunisasi memegang peranan penting dalam pencegahan penyakit TBC.

“Komitmen ini harus kita tunaikan dengan sungguh-sungguh, jangan hanya seremonial saja, melainkan aksi nyata di lapangan,” tambahnya.

Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC merupakan rencana aksi yang diintegrasikan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing OPD sesuai dengan peran dan fungsinya. RAD Penanggulangan TBC memiliki nilai strategis mengarah pada promosi, pencegahan dan perbaikan kualitas layanan.

Pendanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis selama ini masih bergantung dari donor atau bantuan luar negeri, diharapkan dengan adanya RAD TBC ini rencana kegiatan yang dibutuhkan dalam upaya Percepatan Eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 dapat dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Gubernur memerintahkan jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk belajar dari pengalaman negara lain dalam mencegah TBC.

“Kita sudah seharusnya siapkan imunisasi dengan kantong kita sendiri, jangan terlalu berharap bantuan pembiayaan dari lembaga internasional, lebih dari itu kita ambil pengalaman mereka dan kita adaptasi untuk mencegah TB di Jakarta,” katanya. (Warso)