Jamin Akuntabilitas Jabatan, Kemdikbud Gelar PKN Tingkat II Tahun 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Guna menjamin akuntabilitas jabatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II tahun 2021.

“PKN Tingkat II dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi peserta agar memenuhi standar kompetensi manajerial JPT Pratama,” kata Mendikbud Nadiem Makarim dalam sambutannya secara virtual, Selasa (23/3/2021).

Mendikbud mengatakan, Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan Global Megatrends. Kondisi itu menimbulkan perubahan besar pada bidang ekonomi, sosial, politik, geostrategi dan teknologi yang berdampak terhadap kebutuhan dan struktur pasar energi global.

“Karena itu, Indonesia harus menyiapkan berbagai langkah sebagai langkah antisipasi atas setiap perubahan, konvergensi teknologi dan disrupsi digital yang akan mengimbas pada banyak aspek kehidupan,” tuturnya.

Mendikbud berpesan kepada para pemimpin strategis untuk mampu mengantisipasi perubahan di lingkungan eksternal organisasi dan bagaimama mempengaruhi kinerja organisasinya agar berjalan dengan baik.

Para pemimpin juga diminta mampu bersaing dan membangun kompetensi, melakukan evaluasi implementasi dan membuat penyesuaian secara strategis, serta menjadi komunikator yang efektif. Selain membangun tim kerja yang efektif, efisien dan memotivasi untuk membuat tujuan prioritas yang tepat.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita harus bertindak lebih gesit dan lentur dalam menghadapi perubahan yang datang begitu cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Kemdikbud, Ainun Na’im berbicara tentang lokus visitasi kepemimpinan nasional (VKN) dan visitasi agenda pembelajaran bagi peserta pelatihan PKN tingkat II. Negara yang akan dikunjungi Tiongkok dan India.

Sedangkan lokus pada kegiatan visitasi agenda, pembelajaran dilakukan lewat kunjungan ke PT KAI dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Karena pandemi covid-19, visitasi dilakukan secara virtual.

Tujuan VKN adalah memfasilitasi peserta guna mengaktualisasikan kepemimpinan dan manajemen strategis. Namun, kegiatan dokus pada kebutuhan sektoral atau isu strategis nasional tertentu dengan cara mengadopsi keunggulan organisasi yang memiliki praktik baik.

“Produk pembelajaran yang dihasilkan dalam VKN akan menjadi kebijakan singkat (policy paper). Dokumentasi hasil kegiatan kelompok akan dipublikasi ke media, serta peningkatan kemampuan peserta dalam melihat dan memantau lokus visitasi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN), Adi Suryanto berpesan agar peserta belajar menjadi seorang pemimpin perubahan dengan menggunakan metode experiential learning (pembelajaran pengalaman).

“Jika ingin menjadi pemimpin perubahan, kita harus dapat menguasai permasalahan dari organisasi. Bahkan sekecil jarum jatuh pun harus dapat dimengerti,” katan Adi dalam arahannya saat membuka PKN Tingkat II Tahun 2021 secara resmi.

Adi juga berharap peserta dapat membangun kerja sama tim yang baik agar dapat meningkatkan pengetahuan antar sesama peserta. “Seluruh peserta disini adalah guru bagi satu sama lain. Karena itu, tukar menukar pengalaman dan pengetahuan itu merupakan hal yang penting,” ucap Adi.

Peserta PKN Tingkat II Tahun 2021 berjumlah 60 orang, terdiri atas 50 orang dari Kemdikbud dan 10 orang peserta dari Kepolisian (5), BPK (1) orang, KPK (2), Dinas Pendidikan Kota Cirebon (1) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepahiang (1). (Tri Wahyuni)