Jangkiti 262 Orang, Kasus Hepatitis A di Depok Kian Meluas

0

JAKARTA (Suara Karya): Kasus penularan hepatitis A di wilayah Depok Jawa Barat tampaknya kian meluas. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, ada 262 orang ditemukan dengan tanda dan gejala hepatitis A di wilayah tersebut, sejak kasus pertama ditemukan pada 12 November hingga 3 Desember 2019.

“Virus “dibawa” petugas kebersihan (OB) di SMP Negeri 20 Depok, yang tinggal di Kedunghalang, Bogor. Kasus hepatitis A pernah merebak di daerah itu pada awal September 2019,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, Anung Sugihantono di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Anung dalam kesempatan itu didampingi Ketua Pengurus Besar (PB) Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Irsan Hasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sejumlah siswa dan staf di SMP Negeri 20 Depok ditemukan terjangkit Hepatitis A. Sekolah akhirnya diliburkan setelah banyak siswa ditemukan dengan tanda dan gejala hepatitis A.

Dinas Kesehatan Kota Depok kemudian menetapkan penularan Hepatitis A di wilayah kerjanya sebagai KLB lokal, setelah kasus infeksi virus Hepatitis A meluas hingga di luar lingkungan sekolah tersebut. Ditemukan 262 orang dengan tanda dan gejala hepatitis A.

Anung menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok dan Puskesmas Rangkapan Jaya. Tak hanya penelusuran asal penyakit, tetapi juga surveillance dan mitigasi agar penyebaran virus tak semakin luas.

“Kami sudah meminta Pemkot Depok dan Pemkab Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan atas kasus tersebut,” ucap Anung.

Untuk masyarakat, Anung mengimbau agar menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Diantaranya, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah buang air untuk mencegah penularan virus.

Ia menyebut, dari 262 orang yang diduga memiliki gejala dan tanda infeksi virus Hepatitis A, setelah diperiksa ada 171 orang positif baru mengidap hepatitis A. Hal itu didasarkan pada pemeriksaan imunoglobulin M yang menunjukkan penularan virus baru saja terjadi.

Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Irsan Hasan menjelaskan, waktu penularan virus bisa diketahui dari pemeriksaan imunoglobulin (ig). Jika ig M positif, itu menandakan penularan baru saja terjadi, sedangkan ig G menunjukkan penularan terjadi cukup lama.

“Jadi dari 262 orang yang diduga tertular, ada 171 yang baru tertular. Sisanya sudah tertular virus lama,” katanya.

Ditambahkan, hepatitis A tak seperti hepatitis jenis lainnya yang berdampak pada sirosis hati. Penderita hepatitis A bisa sembuh secara total. Obatnya hanya istirahat total, tanpa perlu minum obat.

“Kasus hepatitis A jarang sekali menjadi kronik. Pasien bisa sembuh sendiri. Prosesnya 2 minggu hingga 3 bulan, tergantung usia. Makin tua, makin lama sembuhnya,” tuturnya.

Ditambahkan, virus hepatitis hanya menyerang seseorang 1 kali. Lewat pemeriksaan bisa diketahui, apakah virus menulari seseorang sejak lama atau baru.

“Kami pernah melakukan survey hepatitis A sekitar 20 tahun lalu, kebanyakan penduduk DKI waktu itu hasil ig G positif. Begitupun di Papua. Hal ini terkait dengan kualitas sanitasi masing-masing daerah. Semakin jelek sanitasi, maka peluang penduduknya terkena hepatitis makin besar,” ucap Irsan menandaskan. (Tri Wahyuni)