Jawa Tengah Raih Juara Umum Kompetisi Olahraga Siswa Nasional 2021

0

JAKARTA (Suara Karya): Provinsi Jawa Tengah berhasil meraih juara umum pada Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN) 2021 dengan perolehan 16 medali, terdiri dari 9 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikburistek), Nadiem Anwar Makarim mengaku bangga terhadap peserta KOSN 2021. Meski sedang pandemi, peserta didik mampu meningkatkan kapasitas, sinergitas dan produktivitas olahraga. Selain memajukan perekonomian nasional berbasis olahraga.

“Saya bangga kepada peserta KOSN 2021 yang berkompetisi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran. Saya yakin kalian adalah kekuatan bangsa yang akan mendorong masyarakat Indonesia menjadi tangguh,” kata Mendikbudristek saat menutup secara virtual KOSN 2021, Sabtu (25/9/21).

Mendikbudristek berharap para peserta KOSN terus semangat untuk berlatih dan mengikuti ajang kompetisi, baik tingkat nasional maupun internasional. “Kalah atau menang bukanlah soal. Karena menantang diri sendiri untuk terus berprestasi itulah ciri seorang juara sejati,” ucapnya.

Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti pada kesempatan yang sama memberi apresiasi kepada para juara KOSN 2021. “Sekarang saatnya kalian mulai menargetkan ke jenjang yang lebih tinggi, di level internasional. Bagi yang kalah, jangan putus asa. Karena kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” ujarnya.

Untuk menjadi juara, lanjut Suharti, butuh perjuangan yang panjang dalam latihan, pantang menyerah dan tetap semangat meraih kemenangan. “Yang namanya kompetisi, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Atlet yang putus asa tidak akan pernah jadi juara,” ucapnya menegaskan.

KOSN 2021 diselenggarakan secara daring, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Untuk SD, ada 198 siswa ikut cabang olahraga pencak silat dan 130 siswa karate. Di jenjang SMP, ada 199 siswa ikut pencak silat dan 134 siswa di karate.

Untuk jenjang SMA, ada 132 siswa ikut kompetisi pencak silat dan 125 siswa pada karate. Pada jenjang SMK, ada 128 siswa pencak silat dan 129 siswa karate. Untuk jenjang SDLB ada cabang tolak peluru yang diikuti 15 siswa, lempar bola kasti 19 siswa, dan bocce sebanyak 16 siswa.

Pada jenjang SMPLB dan SMALB, di cabang tenis meja diikuti 15 siswa, lompat jauh tanpa awalan 24 siswa, bulu tangkis 19 siswa, bola basket 16 siswa, bocce 16 siswa, dan balap kursi roda 11 siswa.

Terkait juara, posisi kedua diraih Jawa Barat dengan perolehan 15 medali (5 medali emas, 5 perak dan 5 perunggu). Posisi ketiga diraih Kalimantan Barat dengan perolehan 2 medali emas dan posisi keempat yaitu DKI Jakarta dengan perolehan 1 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu. Selain itu masih ada DI Yogyakarta dengan perolehan 1 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.

Suharti dalam pemaparannya menyatakan, prestasi bidang olahraga tak hanya mampu menumbuhkan semangat sportifitas dan membangun jiwa yang sehat, tapi juga menjadi kekuatan bangsa. Karena banyak cabang olahraga tradisi yang menyimpan nilai-nilai kearifan lokal yang luhur.

Karena itu, Suharti berpesan kepada seluruh siswa untuk aktif berolahraga di masa pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas maupun pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Jadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup anak-anak. Jangan hanya duduk di depan komputer mengikuti PJJ, tetapi juga selingi dengan kegiatan olahraga. Karena salah satu manfaat olahraga adalah meningkatkan daya tahan tubuh, yang penting untuk terhindar dari penularan covid-19,” tuturnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Prestasi Nasional, Asep Sukmayadi menyampaikan, ke depan pelaksanaan KOSN agar diintegrasikan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menguatkan pembinaan prestasi dan talenta olahraga siswa.

“Program akan dikembangkan lebih terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi olahraga, dunia usaha dan industri, akademisi, media, dan masyarakat,” ujarnya.

Perhelatan KOSN 2021 juga diikuti siswa Indonesia dari Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) Malaysia, Arab Saudi, Mesir dan Thailand.

Dua tahun pagelaran KOSN secara daring, melahirkan kerinduan para siswa peserta untuk melakukan secara luring. Seperti dikemukakan siswa SMPN 2 Bandung, Jawa Barat, Alteza Nur Nalendra. Peserta cabang pencak silat jenjang SMP itu menyampaikan perasaan yang berbeda jika KOSN dilaksanakan secara luring

“Nuansanya akan berbeda jika digelar langsung, karena ada dukungan dari penonton,” katanya.

Altez menghadapi tantangan besar saat mengikuti KOSN secara daring. Tantangan itu dari sisi teknis seperti menyesuaikan gerakan silat dengan pengambilan video. Namun, ia mengaku tidak mudah menyerah untuk tetap mengejar prestasi di masa pandemi. (Tri Wahyuni)