Jelang Pileg dan Pilpres Pemuda Harus Cerdas Menangkal Hoax

0
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni'am berharap pemuda lebih cerdas menangkal hoax. (Suarakarya.co.id/Warso)

JAKARTA (Suara Karya): Menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah seharusnya para pemuda lebih cerdas menyikapi guyuran hoax dari berbagai media sosial. Dengan harapan, saat melakukan pemilihan nanti tidak terpancing emosi, namun menggunakan pikiran yang jernih.

“Dalam Pileg dan Pilpres tahun 2019 kelompok usia muda yang banyak jumlahnya mencapai 55 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Mereka pada umumnya masih berusia 17 hingga 37 tahun. Sementara pemilih awal yang baru masuk usia 17 tahun berjumlah sekitar 5 juta pemuda,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Sholeh dalam seminar milenial Indonesia melek politik di Wisma Menpora, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Ia berharap agar saat pemilihan nanti para pemuda lebih cerdas dalam berpartisipasi dan membangun suasana kondusif. Dengan begitu, peranan pemuda tidak gampang terpancing emosi dari berbagai figur calon pimpinan bangsa yang maju dalam Pileg maupun Pilpres.

Lebih jauh Niam mengungkapkan, kaum milenial memiliki peran untuk menentukan arah pembangunan Indonesia dan menjadikan lebih baik lagi. Karena pemilih pada Pemilu 2019 mendatang didominasi oleh pemuda.

“Menurut saya, ini penting. Berbicara politik, secara umum didalamnya ada tanggung jawab. Keragaman harus dimaknai dengan kekayaan, bukan untuk dipertentangkan. Seminar ini diharap mampu meningkatkan partisipasi dan juga memberikan wawasan terkait hak pilih di kalangan milenial,” katanya.

Menurutnya, kaum milenial memiliki jiwa membangun bangsa. Kaum muda juga disebut mempunyai karakter untuk perbaikan tanpa beban sosial. Indonesia memiliki sejarah pemimpin muda Indonesia seperti Hos Tjokroaminoto, Soekarno, Moh Hatta, Sutan Syahrir, Soetomo, KH Wahid Hasyim, Jenderal Sudirman hingga Bung Tomo.

“Bangsa kita dibangun oleh kaum muda. Ini momentum untuk meningkatkan partisipasi kaum muda untuk secara optimal menentukan arah era Indonesia lebih baik. Anak muda rata-rata memiliki kejujuran dan komitmen,” ucap Niam.

Dalam seminar pemuda sehari itu hadir pembicara Prayitno dengan materi generasi milenial dalam angka dan politik Indonesia. Kemudain, Juri Ardiantoro membawa materi menangkal hoax, menjadi pemilih cerdas. Lalu, Hasanuddin Ali Alvara dengan materi peran pemuda dalam membangun suasana kondusif Pemilu 2019. (Warso)