Jembatan 1,5 Km, Jakarta-Banten Segera Dibangun

0
Sejumlah petugas yang akan terlibat dalam proses pembangunan jembatan ini, sedang memeriksa lokasi. (Foto Istimewa)

SERANG (Suara Karya) : Jembatan penghubung dua wilayah antara Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten di Kecamatan Kosambi dengan Kecamatan Pesanggrahan segera dibangun dalam waktu dekat. Sebelum melakukan penancapan tiang pancang, jembatan  dengan bentang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 21 meter itu akan dilakukan test pile serta uji geonetik.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PUPR Provinsi Banten, Nurmutaqin mengatakan, pekerjaan akan dimulai tahun ini (2019-Red) dan diperkirakan selesai pada tahun 2020 mendatang. “Jembatan ini dibiayai sepenuhnya oleh pihak perusahaan suasta Yaitu PT Kukuh Mandiri Lestari,” katanya di Serang, Senin,  (18/2).

Menurut Nur, seluruh tahapan proses perizinan sebagai kewajiban perusahaan suasta tersebut, sudah dilakukan, baik dari Pemerintah Pusat, maupun dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten, termasuk izin dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sedangkan seluruh pekerjaan akan dilakukan pengawasan oleh Balai Pusat penelitian dan pengembangan jalan dan jembatan (Pusjatan) Kementerian PUPR.

Diperkirakan kata Nur, biaya pembangunan jembatan ini akan menghabiskan sekitar Rp 700 miliar. Jembatan ini,  nantinya akan dipergunakan oleh masyarakat dua wilayah, yakni Provinsi DKI Jakarta dan masyarakat Provinsi Banten.

Dijelaskannya, jembatan tersebut tidak saja memperpendek waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu hingga satu jam menjadi 30 menit, tapi juga memperindah lingkungan.  “Dengan adanya jembatan penghubung tersebut, nantinya bisa menjadi salah satu jalan alternatif dari Provinsi Banten menuju DKI jakarta wilayah utara dan dari arah sebaliknya,” katanya.

Set Operasional Waskitakarya, Hermanto menargetkan, pembangunan jembatan dipastikan selesai pada tahun 2020 dan bisa digunakan.

Jembatan selebar 21 meter itu, akan rampung dikerjakan selama satu tahun, agar 2020 nanti sudah bisa dioperasikan. “Target pembangunan setahun, kita masih nunggu hasil testpile dulu, “ katanya.

Staf Engginer PT Waskita Karya, Novianti Masebara, mengatakan, tinggi jembatan mencapai mencapai 10, 5 meter dari pasang gelombang tertinggi. Ketinggian bangunan atas rekomendasi dari kantor unit penyelenggara Pelabuhan kelas 3 Karangantu Dirjen Perhubungan laut.

Dengan adanya rekomendasi tersebut lanjut Novi, struktur bangunan jembatan diyakini tidak akan terkena gelombang laut pada saat gelombang sedang pasang. “Sehingga aman dilewati oleh pengendara di atasnya, maupun nelayan yang hilir mudik menggunakan perahu di bawahnya,” tutur Novi.

Seluruh peruses pembangunan akan diawasi secara ketat oleh pihak Balai Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan) Kementrian PUPR. “Kami akan melakukan pemeriksaan secara priodik, agar tak terjadi penyimpangan rencana,” kata Fahmi Aldiamar, Kepala Balai Pusjatan,  Kementrian PUPR.

Dia menyebutkan, pihak Waskita Karya sebagai pemborong pekerjaan mengaku kekuatan jembatan mencapai 100 tahun. “Kita lihat saja nanti,” tegasnya. (Wisnu)