Jembatan Bengawan Solo di Bojonegoro Layak Dimanfaatkan

0
Sejumlah truk dengan total berat 380 ton ditempatkan di atas jembatan Bengawan Solo di Bojonegoro. (Antara)

BOJONEGORO (Suara Karya): Pelaksana Tugas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, Andik Sudjarwo, mengatakan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, layak dimanfaatkan.

“Dari hasil uji coba beban 380 ton selama dua hari dengan memanfaatkan truk yang ditempatkan di jembatan baik secara dinamis (digoyang) maupun statis (diam) hasilnya jembatan Bengawan Solo layak dimanfaatkan,” kata dia di Bojonegoro, Selasa (18/12/2018).

Ia menyatakan uji coba dengan beban 380 ton dengan memanfaatkan truk yang ditempatkan di jembatan dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selama dua hari, pekan lalu.

“Uji coba kekuatan jembatan dengan beban 380 ton sudah cukup. Perhitungannya kekuatan jembatan bisa mencapai 550 ton,” ucapnya menegaskan.

Dengan demikian, menurut dia, jembatan Bengawan Solo dengan panjang panjang 145 meter, lebar 9,75 meter, memiliki model lengkung “grider” dengan bahan baja akan dibuka untuk umum akhir Desember.

Namun, lanjut dia, pemanfaatan jembatan Bengawan Solo untuk umum masih menunggu selesainya pekerjaan peninggian jalan di seputar jembatan di Kecamatan Kota.

Sekarang ini masih ada pekerjaan peninggian jalan dengan alokasi anggaran Rp7,2 miliar dari APBD 2018, di seputar jembatan di Kecamatan Kota ke arah selatan, timur dan utara masing-masing dengan panjang 50 meter setinggi 17 centimeter.

Peninggian jalan untuk mengantisipasi ketinggian jalan di jembatan Bengawan Solo yang curam apabila ke arah Kecamatan Kota.

“Peninggian jalan ditargetkan selesai akhir Desember. Program selanjutnya pada 2019 membangun jalan di Kecamatan Trucuk,” ucapnya menegaskan.

Jembatan Bengawan Solo di Kota-Trucuk dibangun oleh kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dan dibangun dalam dua tahap sejak Februari 2016.

Tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan fondasi jembatan dan pekerjaan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017.

Pembangunan Jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter, memiliki model lengkung “grider” dengan bahan baja. Dalam pelaksanaannya pembangunan jembatan Bengawan Solo itu untuk penyelesaiannya tidak sesuai jadwal, sehingga kontraktor harus menanggung denda.

Dengan adanya jembatan baru yang diberi nama jembatan Sosrodilogo itu, di daerah setempat terdapat sejumlah jembatan Bengawan Solo, sebagai akses warga, antara lain, jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Padangan-Kasiman.

Selain itu, jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kalitidu-Malo, jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, ke arah Jatirogo, Tuban dan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Desa Kalirejo, Kecamatan Kota, ke Kecamatan Soko, Tuban. (Budiono Tejaumbaran)