Jika Nunggak Iuran, Peserta JKN-KIS Disarankan Ikut Program Relaksasi

0
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Fitria Nurlaila Pulukadang. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang masih menunggak iuran lebih dari 6 bulan, disarankan untuk ikut Program Relaksasi Tunggakan. Pendaftarannya pun mudah, bisa melalui kanal tanpa tatap muka yang disiapkan BPJS Kesehatan.

“Peserta tak perlu datang ke kantor pusat atau cabang untuk mengurusnya. Pengajuan bisa dilakukan online lewat aplikasi Mobile JKN atau telepon ke Care Center BPJS Kesehatan,” kata Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Fitria Nurlaila Pulukadang dalam acara Sosialisasi Program Relaksasi Tunggakan, di Jakarta, Kamis (22/10/20).

Fitria menjelaskan, Program Relaksasi Tunggakan ditempuh BPJS Kesehatan untuk mengurangi beban masyarakat maupun perusahaan, yang kesulitan membayar iuran akibat terdampak corona virus disease (covid-19). Karena dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan ditegaskan peserta yang tak bayar iuran akan dihentikan sementara layanan kesehatannya.

“Program Relaksasi Tunggakan adalah program yang memberi keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta PBPU, BP atau Mandiri serta Pekerja Penerima Upah (PPU) Badan Usaha yang tunggakannya lebih dari 6 bulan dengan sisa tunggakan yang wajib dilunasi paling lambat Desember 2021,” tuturnya.

Ditambahkan, program tersebut juga salah satu implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Program itu ditujukan bagi peserta PBPU dan PPU Badan Usaha yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan.

“Mereka bisa mendaftar, sesuai ketentuan yang berlaku melalui kanal layanan tanpa tatap muka BPJS Kesehatan. Setelah itu, peserta bisa membayar tagihan relaksasi tunggakan pada bulan berjalan,” ujarnya.

Jika program diterapkan secara optimal, lanjut Fitria, maka kepesertaan bisa segera aktif kembali. Peserta akan terjamin kesehatannya dan tetap dapat akses layanan di rumah sakit rujukan.

Disebutkan kanal yang bisa diakses peserta melalui aplikasi Mobile JKN, telepon ke BPJS Kesehatan Care Center 1500400 atau ke petugas telecollecting. Kanal tersebut untuk kelompok PBPU, BP atau peserta Mandiri. Untuk peserta PPU Badan Usaha melalui aplikasi e-Dabu yang sudah tercatat di kantor masing-masing. (Tri Wahyuni)