Jokowi dan KH Ma’ruf Amin akan Hadiri Doa Bersama di Purwakarta

0
Sekretaris Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MDHW), Hery Haryanto Azumi bersama KH Nurul Yakin (Syariah PBNU), Ahyat El-Fidai (Wasekjen PB MDHW), Bang Jeck (Dewan Pembina PB MDHW) dan sejumlah kyai lainnya, saat jumpa pers terkait rencana Doa Bersama, di Purwakarta, Rabu mendatang.

JAKARTA (Suara Karya): Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden (capres/cawapres), Joko Widodo/KH Ma’ruf Amin, direncanakan akan hadir dalam doa bersama dengan kyai lembur (kampung) di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu mendatang. Doa bersama ini digelar, untuk korban bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.

Sekretaris Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon PB MDHW), Hery Haryanto Azumi mengatakan, acara tersebut akan dihadiri sekitar 1.500 kyai kampung, di Jawa Barat.

“Insha Allah, Presiden dan Kiai Ma’ruf Amin akan datang ke acara di Purwakarta ini. Kami akan memanjatkan doa bersama untuk korban bencana Sulteng,” ujar Hery, kepada sejumlah wartawan, di Jakarta, Senin (1/10).

Hery menjelaskan, 1.500 kiai yang akan hadir ini, merupakan para Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari 11 kabupaten di Jawa Barat.

“Para kyai NU akan memanjatkan doa khusus buat korban bencana. Doa bersama itu akan dilakukan dalam dzikir dan halaqoh kebangsaan Syuriah NU dan kyai Kampung se-Jawa Barat. Dalam acara itu juga akan ada penggalangan dana untuk korban bencana di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah,” ujar Hery menambahkan.

Selain itu, katanya, doa bersama juga akan dipanjatkan kepada KH Ma’ruf Amin yang dipercaya Jokowi untuk mendampinginya pada Pilpres 2019.

“Kita semua yang tergabung Majelis Dzikir Hubbul Wathon, merasa punya panggilan untuk membantu KH Ma’ruf Amin yang mendapatkan kepercayaan untuk mendampingi Pak Jokowi,” katanya.

Hery menjelaskan, di akhir acara akan ada deklarasi untuk memenangkan pasangan capres/cawapres nomor urut 01, yakni Jokowi-Ma’ruf. Dukungan akan diberikan dengan tradisi pesantren.

“Kami akan bergerak dengan cara-cara tradisi pesantren, yaitu bagaimana kita bergerak dengan landasan keagamaan maupun landasan kebangsaan,” katanya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Hery juga menjelaskan bahwa acara doa bersama ini, sekaligus menyatukan berbagai elemen bangsa yang sempat terpecah belah pasca aksi 121.

“Yang jelas, kami dan para kyai kampung yang tergabung dalam wadah NU, memiliki komitmen yang sama untuk menuntaskan berbagai persoalan bangsa bersama Pak Jokowi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya menginginkan adanya kebebasan yang saling melindungi dan mempersatukan seluruh elemen masyarakat melalui gerakan-gerakan konkret agar pembangunan Indonesia berjalan sesuai harapan semua. (Gan)