Kabar Gembira, Kelompok Komorbid Kini Bisa Divaksinasi Covid-19

0

JAKARTA (Suara Karya): Kelompok komorbid ternyata boleh mendapat vaksinasi covid-19, asalkan memenuhi syarat yang ditentukan. Untuk itu, pentingnya pemeriksaan tambahan sebelum dilakukan penyuntikan.

“Untuk seseorang dengan hipertensi, misalkan, pastikan tekanan darah tak lebih dari 180/110 MmHg. Pengukuran tekanan darah sebaiknya sebelum meja skrining,” kata Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu dalam siaran pers, Jumat (12/2/2021).

Untuk kelompok komorbid dengan diabetes, lanjut Maxi Rein, vaksinasi covid-19 bisa dilakukan sepanjang belum ada komplikasi akut. Begitupun pada kelompok komorbid penyintas kanker, penyintas covid-19 yang sudah sembuh lebih dari 3 bulan serta ibu menyusui.

Penegasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas Covid-19 serta Sasaran Tunda. Surat edaran tersebut telah disampaikan ke seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/Kota di Indonesia terkait pelaksanaan vaksinasi nasional covid-19.

Maxi Rein menambahkan, penetapan syarat tersebut merujuk pada hasil kajian Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional. Pelaksanaan vaksinasi harus mengikuti petunjuk teknis vaksinasi covid-19, antara lain bagi pemberian vaksinasi pada kelompok usia 60 tahun ke atas diberikan 2 dosis dengan interval pemberian 28 hari (0 dan 28).

Untuk kelompok sasaran tunda, kata Maxi Rein, akan di beri informasi agar datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh vaksinasi covid-19.

Karena itu, ia berharap seluruh Pos Pelayanan Vaksinasi harus dilengkapi kit anafilaksis dan berada di bawah tanggungjawab Puskemas atau rumah sakit.

“Kepala dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia dapat segera melakukan tindakan korektif yang diperlukan, guna meningkatkan kelancaran pelaksanaan vaksinasi dan percepatan peningkatan cakupan vaksinasi covid-19,” kata Maxi Rein menandaskan. (Tri Wahyuni)