Kadin Sebut Indonesia akan Punya 30 Juta Pengangguran Baru

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Indonesia Indonesia (Kadin) Suryani SF Motik, memprediksi pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia akan menciptakan 30 juta pengangguran baru.

“Jumlah itu didapat dari seluruh sektor, baik Industri maupun usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19,” katanya di Jakarta, Minggu (4//5/2020).

Diungkapkannya, untuk industri perhotelan, saat ini tercatat sekitar 2-3 juta orang terkena pemutusan hubungan tenaga kerja (PHK). Covid-19 melumpuhkan semua sektor, dengan demikian angka PHK diyakini akan sangat tinggi.

Menurut Suryani, kondisi ekonomi yang terjadi saat terjadi pandemi Covid-19 berbeda dengan krisis ekonomi 1998. Kala itu sektor UMKM masih bisa bertahan. Namun, kali ini semua sektor usaha mengalami dampak yang sama tanpa pandang bulu.

Berdasarkan data, jumlah UMKM sebesar 61 juta. Jika asumsi satu UMKM terdiri dari 2 orang, jumlahnya korban terdampak sudah mencapai 122 juta orang. Di tengah pandemi ini ketahanan UMKM tidak lama. Ada yang bertahan dalam hitungan mingguan atau hanya dalam hitungan hari.

“Kalau UMKM dalam hitungan harian dan mingguan banyak yang kolaps,” katanya.

Sementara itu, permasalahan di sektor industri misalnya terkait bahan baku. Hampir semua bahan baku sektor industri yang ada di Indonesia hasil impor. Sehingga ketika terjadi gangguan dalam mobilitas, sektor ini pun terganggu.

Yani melanjutkan keuangan perusahaan pun hanya bisa bertahan selama 3 bulan. Sementara pandemi ini sudah berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan. Sehingga diperkirakan perusahaan hanya bisa bertahan selama 1,5 bulan lagi.
“Pengusaha juga nafasnya paling tinggal 2-3 bulan. Kalau sudah berjalan 1,5 bulan, berarti tinggal 1,5 bulan lagi mereka bisa bertahan,” ujarnya. (Indra DH)