KAHMI Komitmen Peduli Masalah Konflik Kemanusiaan Dunia

0
(Foto: Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrusammad menegaskan kepedulian organisasi tersebut terhadap masalah kehidupan dan konflik kemanusiaan di dunia.

“Kita harus ambil sikap yang tegas dan jelas terhadap konflik kemanusiaan,” kata Kamrusammad di Jakarta, Minggu (20/5).

Kamrusammad mengatakan berbagai ketimpangan kehidupan terjadi di belahan dunia seperti warga Afrika yang kelaparan, krisis kemanusiaan konflik Rohingya dan aksi teror di Indonesia.

Kamrusammad menyatakan KAHMI menggulirkan kebijakan program inspiratif seperti KAHMIPreneur yang fokus menciptakan enterpreneur muda pada bidang ekonomi.

Selain itu, KAHMI beromitman terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang terkena dampak gizi buruk dan KAHMI Lazis berperan menghimpun potensi alumni HMI untuk mengatasi kesenjangan sosial.

Ada juga KAHMI Institute untuk mempercepat pemerataan pendidikan berkualitas dan terjangkau serta KAHMI melayani perlindungan dan penegakkan keadilan serta advokasi bagi pihak yang tertindas hukum.

Kamrusammad menjelaskan, KAHMI berupaya membentuk enterpreneuership sosial dengan memanfaatkan teknis bisnis untuk mencari solusi terhadap masalah masyarakat.

“Artinya, dia telah selesai atau sudah dapat mengatasi permasalahan pribadinya sendiri sehingga dapat menambah beban amanah untuk membantu masyarakat,” ungkap Kamrusammad.

Pada September 2017 tercatat jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).

Hal itu menunjukkan berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan pada Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September 2017.

Sementara itu persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.

Selama periode Maret hingga September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401,28 ribu orang (dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017).

Jumlah warga miskin pada daerah perdesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang (dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017). (Sugandi)