Kalbis Institute Buka Program ‘MM in Digital Business and FinTech’

0

JAKARTA (Suara Karya): Kalbis Institute secara resmi membuka program terbaru untuk jenjang pascasarjana Magister Manajemen (MM) in Digital Business dan Financial Technology (Fintech).

“Program tersebut merupakan langkah antisipatif untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era digital,” kata Ketua Program MM in Digital Business dan Fintech, Kalbis Institute, John Vong usai peluncuran di Jakarta, Rabu (5/5/2021).

Sebagai informasi, Prof John Vong adalah pakar dalam bidang bisnis digital dan fintech. Karena selain menjadi akademisi di Kalbis Institute, ia memiliki sederet jabatan lain sebagai konsultan senior di World Bank (Bank Dunia), United Nation Development Program (UNDP) dan Asian Development Bank (ADB).

Prof John menjelaskan, pembukaan program studi bisnis digital dan fintech sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, di era digital saat ini. Karena setiap pekerja atau pebisnis dituntut membuat keputusan cepat dengan menggunakan informasi berupa angka dan teks.

“Lewat angka dan teks itu, kita bisa melakukan analisa untuk melihat tren bisnis, memahami keterlibatan pelanggan, menilai kinerja keuangan dan merancang sistem rantai pasokan (supply chain system) terbaik yang menjadi kebutuhan utama dalam bisnis,” tuturnya.

Data tersebut, lanjut Prof John, juga bisa dimanfaatkan untuk membuat keputusan dalam pengelolaan pemasaran, keuangan dan operasi, serta sumber daya manusia. Dampak strategis pemanfaatan analisis data pada bisnis menjadi sangat penting.

“Kemampuan dalam melihat target pasar kedepan berdasarkan analisis data dam teks yang kompleks adalah keterampilan yang harus dikuasai manajer masa kini. Selain juga harus mampu mengurai dan menyelesaikan masalah bisnis seperti layaknya seorang ilmuwan data (data scientist),” ucap Prof John.

Ditambahkan, mahasiswa akan dilatih bagaimana melakukan analisis dengan menggunakan paradigma penelitian, baik metode kualitatif dan kuantitatif. Mereka juga belajar bagaimana mengumpulkan data dari berbagai sumber, menyaring, mengolah dan menganalisis data tersebut.

Di Kalbis Institute, kata Prof John, mahasiswa juga dipandu agar bisa melakukan eksplorasi analisis deskriptif, prediktif dan preskriptif. Selain juga proses analisis untuk penerapan, pengembangan dan inovasi dalam mencari solusi bisnis.

Prof John Vong menyebut, program yang diluncurkan hari ini juga didukung staf pengajar yang ilmunya sangat mumpuni di bidangnya, antara Dr Samuel Padibjo dari University of Leeds, Inggris; Dr CN Goh dari Imperial College London, Inggris; Michael Gaskins dari Drexel University, Philadelphia, Amerika Serikat; dan Dr Nana BA dari Griffith University, Queensland, Australia. (Tri Wahyuni)